Warga Jakarta Dianggap Paling Susah Jaga Jarak, Ini Kata Wagub – Aksesdisini.com

  • Bagikan

GAMBIR, AKSES DISINI Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan, warga Jakarta paling sulit menjaga jarak. Padahal, menjaga jarak merupakan salah satu protokol kesehatan yang dapat mencegah penularan Covid-19.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menanggapi temuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya sosialisasi kepada masyarakat terkait protokol kesehatan Covid-19.

“Dari awal sudah disosialisasikan, dikampanyekan, oleh pemerintah dengan berbagai cara dan serius,” kata pria yang biasa disapa Ariza di Gedung DPRD DKI, Rabu 21 Juli 2021.

Ariza mengaku melihat secara umum masyarakat ibu kota patuh dalam menjalankan protokol kesehatan. Namun, jika hasil pendampingan Satgas menunjukkan kota paling tidak patuh terhadap social distancing, maka akan dievaluasi.

“Kalaupun ada masukan dan laporan seperti itu, ini menjadi perhatian dan evaluasi agar kita terus tingkatkan kepedulian masyarakat kita bersama,” kata Ariza.

Diketahui, Juru Bicara Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut DKI Jakarta merupakan provinsi yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan selama sepekan terakhir, ketidakpatuhan warga DKI Jakarta dalam menjaga jarak mencapai 48,26%.

“Untuk kelurahan yang tidak mematuhi social distancing, DKI Jakarta merupakan provinsi dengan kelurahan terbanyak yaitu 48,26 persen atau hampir separuh kelurahan di DKI Jakarta yang masyarakatnya tidak mematuhi social distancing,” kata Wiku, Selasa. , 20 Juli 2021.

  • Bagikan