Vonis Mati Bagi 4 WNA dan 9 WNI Penyelundup 403 Kg Sabu

oleh -0 views

AKSES DISINIMajelis Hakim Pengadilan Negeri Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menghukum mati empat WNA asal Timur Tengah dan sembilan WNI karena dinyatakan bersalah menyelundupkan 403 kg sabu kristal ke Indonesia melalui Sukabumi.

“Vonis yang dijatuhkan hakim kepada 13 terdakwa distributor ganja di jaringan internasional ini sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sukabumi yang menuntut hukuman mati,” ujar Publik PN Cibadak. Hubungan Muhammad Zulqarnain di Sukabumi, Selasa (6/4/2021).

Putusan yang dibacakan majelis hakim untuk kedua terdakwa yaitu Husain dan Samiulah terbukti melanggar Pasal 114 ayat UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan melakukan tindak pidana dengan bertindak sebagai perantara penyelundupan narkotika golongan I ( shabu-shabu).

Kemudian dua terdakwa asing lainnya juga melanggar Pasal 114 ayat 2 juncto Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencucian Uang. Sedangkan sembilan WNI lainnya juga melanggar Pasal 114 ayat 2.

Baca juga:
Hukuman Mati melalui Zoom selama Pandemi, Imparsial: Just Ghosting. Duka

Sembilan terpidana mati yang merupakan warga negara Indonesia memiliki peran masing-masing dalam upaya penyelundupan sabu-sabu senilai ratusan miliar rupiah ke Indonesia melalui perairan laut Sukabumi.

Adapun tugas warga negara Indonesia antara lain sebagai perantara, pimpinan kelompok kecil dan kurir yang bertugas mengangkut sabu ke wilayah Indonesia. Dengan demikian, hukuman mati yang dijatuhkan kepada 13 terpidana tersebut membuktikan bahwa negara tidak main-main dalam peredaran narkoba.

Sementara itu, seorang terdakwa lainnya yang merupakan warga negara Indonesia yang berjenis kelamin perempuan tidak divonis hukuman mati, melainkan terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang atau melanggar UURI 8/2010.

Dihubungi terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Sukabumi, Bambang Yunianto, menyambut baik hukuman mati yang dijatuhkan majelis hakim karena sesuai dengan tuntutan jaksa. Sedangkan satu orang di bawah ancaman UU TPPU dijatuhi hukuman lima tahun penjara.

“Dari hasil sidang pemidanaan yang dilakukan secara online dengan menghubungkan tiga lokasi berbeda, JPU mengutarakan pendapatnya, terdakwa atau penasehatnya juga mengutarakan pemikirannya,” ucapnya.

Baca juga:
Imparsial: Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan hukuman mati paling banyak kepada Tergugat

Ia menambahkan, untuk keempat WNA yang divonis hukuman mati tersebut, sejak awal persidangan, pihak kedutaan juga menghadirkan penerjemah. Mereka saat ini masih ditahan di Lapas Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. (Antara)