Vaksin Janssen dan Sinovac Dukung Percepatan Vaksinasi Nasional | AksesDisini.com -Banten Hari ini

  • Bagikan

SERANG – Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwo dalam keterangan persnya menyatakan, Pemerintah terus menggencarkan program vaksinasi nasional agar segera tercapai kekebalan komunal atau herd immunity dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Dante optimistis penambahan vaksin Janssen dan Sinovac yang tiba pada Sabtu (9/11/2021) akan mendukung upaya percepatan vaksinasi yang menyasar 208 juta penduduk Indonesia.

“Dengan hadirnya kedua vaksin ini, pemerintah optimis dapat mempercepat laju vaksinasi, dan diharapkan bulan ini kita bisa mencapai dua juta dosis vaksin per hari,” kata Dante dalam keterangan pers yang dikutip dari Setgab. .go.id, Senin (13/9/2021).

Secara rinci, kata Dante, sebanyak 500 ribu dosis vaksin jadi Janssen atau Johnson & Johnson didukung oleh pemerintah Belanda. Pada tahap awal, vaksin direncanakan akan didistribusikan ke daerah aglomerasi.

“Vaksin Janssen sudah mendapatkan izin penggunaan darurat atau EUA dari Badan POM [Pengawas Obat dan Makanan] pada 7 September akan digunakan untuk masyarakat umum berusia 18 tahun ke atas dengan dosis tunggal 0,5 mL secara intramuskular,” jelas Dante.

Selain itu, pada kedatangan tahap ke-57, Indonesia juga menerima lagi 2.075.000 dosis vaksin Sinovac melalui saluran kerjasama multilateral Fasilitas COVAX. Sebelumnya, Jumat (10/09/2021) lalu, Indonesia juga memiliki vaksin yang datang dalam empat tahap dengan merek berbeda, yakni Pfizer, Sinovac, dan AstraZeneca.

“Jika dihitung dari kedatangan vaksin pertama pada Desember 2020 hingga tahap ke-56 dan ke-57 hari ini, maka Indonesia sudah memiliki total lebih dari 232 juta dosis vaksin, baik dalam bentuk bahan baku/bulk maupun dosis jadi. vaksin,” kata Dante.

Terkait pelaksanaan vaksinasi, data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan hingga 11 September 2021 pukul 12.00 WIB, cakupan vaksinasi nasional telah mencapai sekitar 112,85 juta dosis, dengan rincian sekitar 71,67 juta dosis pertama atau 34,41 persen dan 41,18 juta dosis. kedua atau 19,77 persen. “Angka vaksinasi pada minggu pertama September juga sangat tinggi, diikuti dengan kedatangan vaksin,” tambah Wamenkes.

Menutup keterangan persnya, Dante kembali menghimbau kepada masyarakat untuk tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dan vaksinasi.

“Selain mematuhi protokol kesehatan, jangan lupa juga untuk mengikuti program vaksinasi nasional. Tidak perlu pilih-pilih vaksin, vaksin terbaik adalah vaksin yang ada saat ini. Jika kita menunda vaksinasi, kita akan terkena virus terlebih dahulu. dan dampaknya akan lebih parah,” katanya.

(Merah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: