Usai Wapres 3 Periode, PKP Berharap Parpol Pendukung Peka Terhadap Sinyal Istana

  • Bagikan
Sudahi Wacana Presiden 3 Periode, PKP Harap Parpol Pendukung Peka Terhadap Sinyal Istana

Akses Disini, Jakarta – Sekjen Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Said Salahudin menilai amandemen UUD 1945 sebelum pelaksanaan Pemilu secara politik tidak realistis.

Menurut dia, agenda penataan ulang soal kebijakan negara dan masa jabatan Presiden bisa dibicarakan setelah Pemilu 2024.

“Pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa dia kembali menolak wacana tiga periode dan perpanjangan masa jabatan Presiden seperti yang disampaikan Juru Bicara Presiden kemarin (21/9/21) seharusnya sudah lebih dari cukup untuk mengakhiri wacana masalah tersebut. ,” kata Said kepada wartawan, Minggu (12/12). /9/2021).

Said mengatakan, parpol dan relawan pendukung Pemerintah harus peka terhadap sinyal yang dikirimkan Istana. Ini harus dibaca sebagai ‘kemauan politik’ Presiden. Itu adalah keinginan kuat dan benar dari Presiden.


teks alternatif

“Jika suatu isu ditekankan berulang kali oleh Presiden, pasti ada niatnya. Ada pesan yang ingin disampaikan. Nah, satu hal yang bisa kita ambil dari pernyataan itu adalah Presiden bermaksud memberikan peringatan kepada para pengusung dan pendukung gagasan untuk mengakhiri wacana tersebut,” jelasnya.

Apalagi, lanjut Said, Jokowi mengatakan hanya ada tiga kemungkinan motif di balik isu perpanjangan masa jabatan Presiden.

Pertama, pihak yang mengusung gagasan ingin mencari muka di hadapan Presiden, ingin menampar wajah Presiden, atau bahkan ingin menjerumuskan Presiden.

Sebagai partai politik pendukung pemerintah, Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) mengajak seluruh elite politik, terutama partai politik pendukung pemerintah lainnya untuk mendukung komitmen Presiden tersebut.

“Partai politik pendukung harus berani angkat bicara. Jangan goyah dalam menyampaikan sikap politik. Perlu ada ketegasan agar tidak ada ambiguitas yang membuat masyarakat bingung,” kata Said.

Bagi PKP, pernyataan Presiden itu menunjukkan keseriusannya dalam menjaga amanat Reformasi dan konsisten dengan keinginan konstitusional untuk memperkuat sistem pemerintahan presidensial. Dalam sistem presidensial, masa jabatan Presiden bersifat tetap dan sangat terbatas.

“Itulah inti yang saya tangkap dari percakapan kami dengan Presiden di Istana Negara beberapa waktu lalu,” katanya.

Said mengatakan, jika masa jabatan Presiden diperpanjang, akibatnya masa jabatan anggota DPR RI yang sekarang juga akan diperpanjang. Nah, hal ini tentu sangat merugikan PKP yang sangat siap mengikuti Pemilu 2024.

“Kader kita di seluruh Indonesia saat ini sedang giat mempersiapkan diri untuk memasuki gedung DPR di Senayan. Apalagi saat ini gelombang besar kader dari parpol lain bergabung dengan gerbong PKP di berbagai daerah,” jelasnya.

Terkait agenda memuat ulang pengaturan Peta Jalan Nasional (GBHN) atau Roadmap Nasional (PPHN) ke dalam UUD 1945, Said menilai agenda tersebut tidak realistis untuk dilaksanakan saat ini.

Sebab, dari segi waktu jelas tidak memungkinkan. Tahun 2021 tinggal tiga bulan lagi. Tahun 2022, parpol disibukkan dengan kegiatan pendaftaran peserta pemilu. Tahun 2023 telah memasuki masa kampanye. Tahun 2024 telah memasuki Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepala Daerah.

“Jadi, tidak mungkin parpol yang memiliki kursi di MPR, termasuk unsur anggota DPD, berkonsentrasi melakukan amandemen sebelum pemilu 2024,” katanya.

Said menegaskan, amandemen UUD 1945 tidak boleh dilakukan sembarangan. Diperlukan waktu dan ketenangan yang cukup dari anggota DPR dan anggota DPD yang duduk di MPR untuk membahas gagasan GBHN atau PPHN. Ruang partisipasi juga harus dibuka seluas-luasnya dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“Oleh karena itu, untuk menyongsong Pemilu 2024 yang tenang dan damai, saya kira sebaiknya kita akhiri saja wacana amandemen UUD 1945, baik yang berkaitan dengan masalah masa jabatan Presiden maupun masalah lain seperti pengaturan GBHN. atau PPHN. Semua itu bisa dibicarakan dan dibicarakan lebih tenang setelah Pilkada 2024,” pungkasnya.

Penulis: Tio

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: