Tiga Warga Aceh Utara Bersama Satu Pria asal Medan Dihukum 72 Tahun Penjara

oleh -0 views

AKSES DISINI, – Aceh Utara | Tiga pria asal Aceh Utara dan satu orang Medan yang terlibat penyelundupan sabu dari luar negeri ke Aceh divonis 72 tahun penjara (masing-masing 18 tahun).

Materi dakwaan dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon pada sidang terakhir perkara pada 1 April 2021.

Masing-masing terdakwa, Dahrul (44), warga Desa Ulee Rubeik Timu, Kecamatan Seunuddon, Burhanuddon (41), warga Desa Meunasah Asan, Kecamatan Madat, Aceh Timur,

Kemudian, Syarkawi alias Kawi (36) warga Meunasah Geudong, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

Sedangkan pemilik ekstasi adalah Assyari (33), warga Desa Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, Sumatera Utara.

Mereka terlibat penyelundupan 30 ribu butir ekstasi dari Malaysia ke Aceh melalui perairan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara pada 8 September 2020 dengan menggunakan speed boat yang berhasil digagalkan Badan Narkotika Nasional Indonesia (BNN).

Saat itu, petugas selain mengamankan ekstasi, juga menangkap keempat pria yang terlibat dalam kasus tersebut.

Mereka dilimpahkan penyidik BNN RI ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara di kawasan Desa Alue Buket, Kecamatan Lhoksukon, Selasa (15/12/2020) sore.

Bersama tersangka, Badan Narkotika Nasional juga menyerahkan barang bukti berupa enam bungkus plastik yang masing-masing berisi lima butir ekstasi. Sedangkan yang lainnya sudah hancur.

Dalam persidangan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aceh Utara, Yudi, menuntut masing-masing terdakwa dihukum 18 tahun penjara.

Keempatnya terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Selang dua pekan, majelis hakim kembali menggelar sidang pada 1 April 2021 tepatnya.

Selama persidangan, hakim masing-masing menjatuhkan hukuman 18 tahun penjara. Namun, tergugat belum menerima putusan tersebut.

“Klien kami masih memikirkan putusan hakim,” kata Taufik M Noer SH, Minggu (4/4/2021).
Senada dengan itu, Jaksa Penuntut Umum tetap mengutarakan pendapatnya atas putusan tersebut.

Sebelumnya, tersangka pertama yang ditangkap dalam kasus ini adalah Dahrul di kawasan Ulee Rubek Timu, Distrik Seunuddon, dengan barang bukti enam bungkus plastik berisi 30 ribu butir ekstasi di dalam tas punggung.

Petugas BNN juga mengamankan barang bukti lain berupa sepeda motor Honda Vario Merah (sepmor).

Usai diperiksa petugas, Dahrul mengaku berperan mengamankan narkotika setelah diserahkan dua tersangka lainnya, yakni Burhanuddin dan Syarkawi.

Kemudian tersangka Syarkawi dan Burhanuddin kemudian ditangkap petugas di sebuah gubuk di kawasan Tambak, Desa Meunasah Geudong, Kecamatan.

Syarkawi dan Burhanuddin menerima pil ekstasi di pinggir perairan Jambo Aye yang diselundupkan dengan speed boat.

Setelah dibina, polisi segera berhasil menangkapnya

Pemilik ekstasi, Assyari di rumahnya di kawasan Medan. (W195)