Telegram Kapolri Preseden Buruk bagi Kebebasan Pers

oleh -0 views

AKSES DISINIKomite Keselamatan Jurnalis mengatakan surat telegram Kapolri nomor ST / 750 / IV / HUM.3.4.5 / 2021 tentang Pedoman Pelaporan Kekerasan dan / atau Tindak Pidana dalam Program Penyiaran Jurnalistik berpotensi membatasi kebebasan pers.

Padahal kebebasan pers telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Selain itu, Komite Keselamatan Jurnalis memandang keluarnya TR juga menutup masuknya kritik yang membangun dari media sebagai representasi publik Polri.

Setelah mendapat kecaman dari banyak pihak, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui telegram nomor ST / 759 / IV / HUM.3.4.5 / 2021 justru menyatakan pencabutan surat telegram itu kontroversial.

Baca juga:
Setelah beberapa jam memicu kontroversi, telegram Kapolsek akhirnya dicabut

Meski dicabut, Komite Keselamatan Jurnalis tetap merespon keluarnya Kapolri ST / 750 / IV / HUM.3.4.5 / 2021.

Melalui keterangan resmi yang diketahui Ketua Divisi Advokasi YLBHI Muhammad Isnur, Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Jurnalis Televisi Indonesia Wahyu Triyogo, Koordinator Advokasi AJI Indonesia Wawan Abk, Komite Keselamatan Jurnalis menyampaikan beberapa hal.

Pertama, Komite Keselamatan Jurnalis mendesak Kepolisian RI untuk menghentikan pelarangan siaran, termasuk upaya penyiaran atau tindakan polisi yang menampilkan arogansi dan kekerasan polisi. Larangan jurnalistik merupakan pelanggaran UU Pers.

“Minta Kepolisian RI untuk tetap terbuka terhadap kritik yang membangun dari manapun, termasuk pers demi kebaikan Polri kedepannya,” tulis Komite Keselamatan Jurnalis.

Terakhir, Komite Keselamatan Jurnalis mengapresiasi keputusan Kapolri Listyo mencabut TR terkait larangan pemberitaan dan penyiaran atas arogansi polisi.

Baca juga:
Telegram Kapolri Terbaru: Larangan Penyiaran Media Arogansi Polisi Dicabut

“Meski surat telegram akhirnya dicabut, namun Komite Keselamatan Jurnalis berharap preseden serupa tidak lagi terjadi di masa mendatang,” pungkas Komite Keselamatan Jurnalis.