Sering Ditipu Suami, Jadi Gak Peduli

  • Bagikan

Kejujuran itu mahal, itulah yang terjadi pada rumah tangga Wati (44) dan Suryo (45), keduanya samaran. Karena sering ditipu atau dibohongi suaminya, mulai dari masalah keuangan hingga kesetiaan, Wati tidak peduli dengan semua yang dilakukan suaminya.

“Saya sudah sangat cuek kepada suami saya mau bilang apa kakek, mau kemana, saya tidak peduli,” kata Wati saat ditemui AKSES DISINI di kediamannya di salah satu perumahan. di Kota Serang, Rabu (21/7).

Bahkan, Wati mengaku sudah mempercayakan segalanya kepada suaminya saat diminta menikah dua puluh tahun lalu. Mereka menikah berkat perjodohan, karena tidak ada waktu untuk saling mengenal, sehingga Wati pasrah menerima Suryo apa adanya.

Walaupun penampilan Suryo biasa saja, wajahnya tidak tampan, kulitnya hitam, dan perawakannya pendek, tapi dia berasal dari keluarga terpandang, jadi tidak ada masalah dalam urusan ekonomi.

Berbeda dengan Wati yang hanya anak petani, namun menjadi bunga desa karena wajahnya yang cantik, ciri khas perawan desa yang masih belum terjamah bedak super medok.

Meski baru bertemu, Wati merasa sangat yakin bahwa Suryo benar-benar jodohnya. Soalnya suaminya jago banget ngomong dan jago merayu, berkat modal omong kosongnya Wati luluh dan menerima lamaran Suryo.

Mereka menikah dengan pesta yang meriah. Banyak tamu undangan yang datang, keduanya tampak serasi duduk di pelaminan. Hingga malam tiba, mereka berdua melewatinya dengan penuh kenikmatan. “Nikmati, namanya juga malam pertama,” kata Wati.

Mereka menjalani hari-hari baru bersama. Tinggal di rumah pribadi, Wati tidak merasa canggung karena suaminya juga pandai menghangatkan suasana. “Dia sangat manis saat berbicara, itu membuatku senang,” katanya.

Namun, setelah lima bulan pertama, Wati mulai mengetahui bagaimana sebenarnya Suryo itu. Suaminya yang bekerja sebagai pegawai tetap di sebuah perusahaan ternama di Cilegon itu sering berbohong. Wow, bohong sekali, Teh

“Dia berjanji akan membawanya ke mal untuk membeli pakaian, ketika dia masih muda, dia hanya diam,” katanya.

Tak hanya itu, suatu hari ketika Wati senang dijanjikan jalan-jalan ke luar negeri saat pergantian tahun baru, ternyata dia hanya diajak berkeliling ke Serang City Square. “Boro boro di luar negeri, bahkan di luar rumah saja,” katanya.

Yang paling membuat Wati kecewa adalah ketika Suryo mengatakan ingin membantu melunasi hutang keluarga istrinya, saat itu Wati dengan senang hati menceritakan kepada keluarganya. Tapi Suryo tidak pernah melunasi utangnya. Saat Wati menanyakan tentang janji suaminya, Suryo mengelak dan tidak mau membicarakannya.

“Jadi dia banyak melakukan itu, sekarang dia malas. Jadi kalau dia ngomong apa-apa, itu bodoh,” katanya. Ya ampun, bersabarlah, Teh.

Apalagi, saat mengetahui suaminya sebenarnya punya niat selingkuh dengan teman Wati, salah satu kerabat lama yang pernah main di rumah. Suryo diam-diam meminta nomor teleponnya tanpa sepengetahuan Wati. Untung temannya baik hati, melapor ke Wati dan tidak menanggapi ucapan Suryo. Wow.

Peristiwa itu terjadi setelah mereka menikah selama empat tahun dan dikaruniai dua orang anak. Jika tidak ada masalah di rumah, mereka berdua terlihat serasi dan bahagia. Namun ternyata, Wati memendam luka di hatinya.

“Sekarang saya hanya menjalankan tugas sebagai istri, masak, bersih-bersih, yang penting anak saya masih bisa makan dan sekolah,” ujarnya. (drp)

  • Bagikan