Selain Rektor UI, ternyata Rektor UIII dan Unhas juga Nyambi sebagai Komisaris

  • Bagikan

Akses Disini, Jakarta — Selama dua hari terakhir, publik dihebohkan dengan kebijakan Presiden Jokowi yang mengizinkan Rektor UI Ari Kuncoro menjabat sebagai komisaris di BUMN. Ari tercatat sebagai Wakil Komisaris Utama BRI, sebelum kemudian menyatakan pengunduran dirinya per hari ini, Kamis (22/7/2021).

Lampu hijau dari Presiden Jokowi terkait merangkap jabatan Ari Kuncoro tertuang dalam PP No 75 Tahun 2021 yang merupakan hasil revisi PP No 68 Tahun 2013 tentang Anggaran Dasar UI.

Namun ternyata tidak hanya Rektor UI Ari Kuncoro yang merangkap jabatan. Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Komaruddin Hidayat, juga menjabat sebagai Komisaris Independen di Bank Syariah Indonesia.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2019 tentang Statuta Universitas Islam Internasional Indonesia disebutkan bahwa Rektor dan Wakil Rektor UIII dilarang merangkap jabatan. UIII merupakan universitas di bawah Kementerian Agama.

Aturan tersebut tertuang dalam pasal 41 statuta yang berbunyi sebagai berikut:

Pasal 41

Rektor dan Wakil Rektor dilarang merangkap jabatan sebagai:

Sebuah. pejabat di satuan pendidikan lain, baik yang dikelola pemerintah maupun masyarakat;

B. pejabat di instansi pemerintah baik pusat maupun daerah;

C. pejabat di badan usaha milik negara dan swasta; dan

D. anggota partai politik atau organisasi yang berafiliasi dengan partai politik.

Rektor Universitas Hasanuddin Dwia Aries Tina Pulubuhu juga merangkap jabatan. Beliau juga menjabat sebagai Komisaris Independen di PT Vale Indonesia Tbk.

Meski bukan Komisaris pada perusahaan BUMN, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2015 tentang Statuta Universitas Hasanuddin, Rektor dilarang merangkap jabatan pada badan usaha baik di dalam maupun di luar lingkungan Unhas.

Aturan ini tertuang dalam Pasal 27 angka 4 huruf d Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2015 tentang Statuta Universitas Hasanuddin. Inilah yang dikatakannya:

Pasal 27 poin 4

Rektor dilarang menjabat pada:

Sebuah. organ lain di sekitar Unhas;

B. badan hukum pendidikan lainnya dan perguruan tinggi lainnya;

C. instansi pemerintah pusat atau pemerintah daerah;

D. badan usaha di dalam dan di luar Unhas; dan/atau

e. lembaga lain yang dapat menimbulkan benturan kepentingan dengan kepentingan Unhas.

Editor: Alfian Risfil A

  • Bagikan