ReportCovid-19 Terima Banyak Keluhan Penyalahgunaan Vaksin Booster

  • Bagikan
LaporCovid-19 Banyak Terima Aduan Penyalahgunaan Vaksin Booster

Akses Disini, Jakarta — Koalisi Warga LaporCovid-19 menerima sejumlah aduan warga terkait dugaan penyalahgunaan dalam pelaksanaan program vaksinasi virus corona (Covid-19) dosis ketiga atau booster bagi non tenaga kesehatan di Indonesia.

Temuan ini dikatakan melanggar ketentuan Kementerian Kesehatan yang menegaskan bahwa program booster saat ini hanya menyasar seluruh tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, dan tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan. Hal itu tertuang dalam SE HK.02/I/1919/2021 yang terbit pada 23 Juli 2021.

“Jadi dari 28 laporan yang masuk terkait penyalahgunaan vaksin ini, 18 di antaranya bermasalah dengan penyalahgunaan vaksin booster atau vaksin ketiga,” kata Relawan LaporCovid19 Hana Syakira melalui video, Senin (13/9/2031).

Hana mengatakan, laporan penyalahgunaan booster vaksin ini mulai didapat dari Agustus-September. Pada Agustus lalu, LaporCovid-19 menerima 134 laporan yang terdiri dari pengaduan program vaksinasi mulai dari distribusi, sertifikat, stok vaksin, pendataan, kerumunan vaksinasi, hingga penyalahgunaan vaksinasi.


teks alternatif

Pengaduan booster juga terjadi pada aspek pendataan, Hana mengatakan ada sejumlah tenaga kesehatan di Tangerang Selatan dan DKI Jakarta yang masih kesulitan mengakses vaksin dosis ketiga, seperti tidak mendapatkan tiket vaksinasi atas nama vaksin. tenaga kesehatan yang tidak tercatat di PCare.

“Bulan Agustus cukup menarik, ada dua klaster utama laporan terkait pendataan vaksinasi, pertama warga kesulitan mendapatkan dosis 1 dan 2 dan kedua kesulitan petugas kesehatan mendapatkan vaksin booster,” ujarnya. dikatakan.

Lebih lanjut, Hanna menjelaskan laporan penyalahgunaan booster seperti yang dilaporkan sejumlah warga di Jatim dan DKI Jakarta. Mereka melaporkan tentang aparat desa dan masyarakat umum yang bukan petugas kesehatan yang diketahui telah mendapat vaksinasi lengkap, tetapi divaksinasi lagi untuk ketiga kalinya.

Hana juga menyebutkan Rumah Sakit Mandaya Royal Puri Tangerang yang sebelumnya secara terbuka membuka program booster vaksin menggunakan vaksin Sinopharm, dengan harga Rp. 500 ribu. Namun, pihak rumah sakit telah mengklarifikasi bahwa program tersebut masih dalam pembahasan internal dan belum resmi dibuka.

Selain itu, Hana juga menerima beberapa laporan dari warga, seperti vaksinasi booster yang dilakukan di Mabes Polri, hingga warga yang ditawari sejumlah fasilitas kesehatan untuk mempermudah mendapatkan vaksin, dengan syarat harus membayar Rp. 50.000 sampai Rp. 200.000.

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi baru-baru ini mengizinkan pemerintah daerah (Pemda) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk menjatuhkan sanksi kepada sejumlah orang tidak telanjang yang kedapatan melakukan vaksinasi. dosis ketiga.

Nadia mengatakan, segala bentuk pengawasan terkait pelaksanaan vaksinasi, baik dosis 1 maupun 2, serta booster menjadi kewenangan pemerintah daerah. Ia juga menegaskan, vaksin booster saat ini hanya menargetkan 1.468.764 tenaga kesehatan di Indonesia.

Sedangkan rencana booster masyarakat umum, Kementerian Kesehatan masih menyiapkan skema pemberian publik mulai tahun depan. Namun, booster tersebut akan dilakukan dengan biaya karena vaksin dosis gratis hanya diberikan untuk dosis satu dan dua yang saat ini menyasar 208.265.720 orang Indonesia.

Editor: Alfian Risfil A

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan