Rendahnya Angka Stunting di Kota Tangerang, DPR: Bisa Jadi Contoh

  • Bagikan
Angka Stunting di Kota Tangerang Rendah, DPR: Bisa Jadi Contoh 

AKSES DISINI.comWakil Walikota Tangerang Sachrudin menerima delegasi Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) dalam rangka kunjungan kerja khusus Pengawasan Pelaksanaan Program Percepatan Pengurangan Stunting di Kota Tangerang yang dilaksanakan bertempat di Ruang Ahlakul Karimah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa 30 November 2021.

Sachrudin mengatakan kesehatan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia yang menjadi salah satu prioritas pembangunan bagi Pemerintah Kota Tangerang.

“Salah satunya perbaikan gizi khususnya stunting yang dapat berdampak pada risiko penurunan kemampuan produktif dan kualitas sumber daya manusia, sehingga pencegahan dan pengendalian stunting pada balita penting dilakukan,” kata Sachrudin.

Sachrudin menjelaskan melalui Pencatatan Data Elektronik Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) Kota Tangerang, angka stunting balita di Kota Tangerang pada tahun 2021 sebesar 9,08%.

Menurut WHO angka ini masih di bawah ambang batas masalah kesehatan masyarakat karena masih di bawah 20% sehingga masih tergolong rendah, namun Pemkot Tangerang terus melakukan upaya pencegahan dan pengurangan stunting di Kota Tangerang. Sachrudin.

Upaya pencegahan dan pengurangan stunting dilakukan melalui intervensi pengurangan stunting terpadu berupa intervensi khusus yang dilakukan oleh sektor kesehatan maupun intervensi sensitif yang dilakukan oleh sektor di luar kesehatan.

“Salah satu tindakan tersebut antara lain peningkatan surveilans dan pemantauan pertumbuhan gizi, peningkatan akses dan kualitas paket layanan kesehatan dan gizi dalam 1.000 hari pertama kehidupan bagi balita dan remaja,” jelasnya.

Ketua Tim Kelompok Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2018, prevalensi balita Indonesia yang mengalami stunting mencapai 30,8 persen atau sekitar 7 juta. anak di bawah lima tahun.

“Untuk itu, Komisi IX DPR RI memutuskan melakukan kunjungan kerja khusus ke Kota Tangerang untuk membahas secara langsung pelaksanaan program percepatan pengurangan stunting sebagai bagian dari implementasi Perpres Nomor 72 Tahun 2021,” katanya.

“Dari apa yang telah dipaparkan, angka stunting di Kota Tangerang cukup baik, saya berharap ini bisa menjadi contoh bahwa stunting di perkotaan masih menjadi masalah serius,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan