Pria Jembatan Merah, Paman Anggota DPRD Tangerang, Ini Kisah Nyata

  • Bagikan
Pria Jembatan Merah Paman Anggota DPRD Tangerang, Ini Cerita Sebenarnya 

AKSES DISINI.com-Muhammad Dinata, 59, warga Nusa Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, yang menceburkan diri ke Jembatan Tanah Gocap, Kota Tangerang, bukanlah orang sembarangan.

Pria paruh baya yang ditemukan tewas terapung di Sungai Cisadane itu ternyata adalah paman dari Anggota DPRD Provinsi Banten, Sugianto.

Sugianto juga menyaksikan proses evakuasi jenazah adik ibunya, Kamis, 22 Juli 2021 malam.

Sugi menjelaskan, pertama kali mendapat kabar dari keluarga korban terjun ke Sungai Cisadane dari Jembatan Merah UNIS pada Rabu 21 Juli 2021 pagi.

Pasalnya, diketahui karena sebelum korban melompat dari jembatan, ternyata meninggalkan unit sepeda motor di atas jembatan.

“Kemudian saya dihubungi sebagai saudaranya, kebetulan yang meninggal adalah paman saya. Kemudian saya cek kebenarannya, mendatangi rumah almarhum, ternyata alamatnya sesuai dengan yang tertera di polisi,” ujarnya. .

“Kemudian kami koordinasikan dengan BPBD, dengan respon yang baik, kemudian tim pemadam juga langsung melakukan pencarian di lokasi,” imbuhnya.

Pencarian korban pada hari pertama tampaknya tidak membuahkan hasil, namun pada hari kedua pencarian akhirnya ditemukan. Korban ditemukan tewas dalam keadaan tubuh mengambang di Sungai Cisadane atau sekitar 500 meter dari jembatan.

“Saat tim SAR istirahat sholat karena lelah, tanpa sengaja teman-teman di sepanjang sungai akhirnya menemukan jenazah almarhum di belakang PDAM,” ujarnya.

Sugi mengatakan, korban diketahui tidak memiliki masalah. “Hanya saja korban ini sudah lama mengalami gangguan tidur, mungkin itu saja yang tidak pernah dia ceritakan kepada saya tentang keluhan lainnya,” ujarnya.

Sugi menambahkan, korban merupakan seorang pengusaha pemilik toko alat tulis kantor di kawasan Pasar Anyar, Kota Tangerang. Bisnis sepi karena dampak pandemi COVID-19. Apalagi bisnis ini sepi karena pembelajaran dilakukan secara online.

“Kalau itu mungkin terjadi, itu karena dia benar-benar dalam bisnis pembukaan toko buku di Pasar Anyar, karena sistem sekolah saat ini online, sekarang ini mungkin kondisinya seperti ini, semua orang juga mengalami penurunan omset penjualan. Mungkin itu juga salah satu pemicunya plus gak bisa tidur dia,” pungkasnya.

  • Bagikan