PPKM Diperpanjang, Ahli Epidemiologi Belum Yakin Akan Lebih Baik – Aksesdisini.com

  • Bagikan

TEBET, AKSES DISINI — Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono menanggapi keputusan pemerintah untuk memperpanjang pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM) hingga 25 Juli. Ia mengaku belum yakin dalam lima hari situasi akan membaik.

“Saya tidak yakin dalam lima hari situasinya akan membaik,” kata Tri kepada Republika.co.id-jejaring aksesdisini.com, Selasa (20/7).

Menurut Tri, masih banyak penderita Covid-19 di berbagai kota. Jadi akan ideal jika waktunya PPKM Darurat diperpanjang berminggu-minggu seperti negara lain.

“Kalau mau menyelamatkan masyarakat harus melihat indikator pelayanan kesehatan. Apakah sudah membaik sekarang? Sekarang banyak orang yang masih menderita Covid-19. Apakah kita akan meninggalkan mereka tanpa layanan? Saya sedih,” katanya.

Ahli epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Laura Navika Yamani, menilai dalam perpanjangan singkat PPKM Darurat ini, pemerintah harus memiliki target yang jelas. “Yang terpenting bagaimana mengendalikan penyebaran kasus selama lima hari dengan pembatasan mobilitas untuk menekan penyebaran kasus,” ujarnya.

Menurutnya, indikator terpenting bukan penurunan kasus harian, melainkan dari tingkat positif atau rasio kasus warga yang terpapar virus corona di Indonesia. Karena, tingkat positif menggambarkan kemampuan jumlah pemeriksaan dalam menangkap dan menangkap kasus positif di masyarakat.

“Jadi kalaupun ditambah pemeriksaan tetapi indikator angka positifnya meningkat, artinya jumlah pemeriksaan belum maksimal atau belum menjangkau secara luas di masyarakat,” ujarnya. Dia menilai dalam lima hari, sangat sulit untuk menurunkan indikator tingkat positif.

Standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan tingkat positif terkendali kurang dari lima persen. Sementara di Indonesia masih tinggi, yakni 30,07 persen. Angka tersebut setara dengan enam kali lipat dari angka yang telah ditetapkan WHO.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk memperpanjang penerapan pembatasan kegiatan darurat (PPKM) hingga 25 Juli. Jokowi mengatakan jika kasus Covid-19 terus mengalami tren penurunan selama perpanjangan PPKM darurat, pemerintah akan membukanya secara bertahap.

Jokowi mengatakan pemerintah memahami dinamika di lapangan dan mendengarkan suara masyarakat terdampak PPKM. Oleh karena itu, jika tren kasus terus menurun, maka pada 26 Juli 2021, pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap. n Meiliza Laveda

  • Bagikan