Pemprov Banten Turunkan Tim ke Sejumlah Titik Terkena Gempa

  • Bagikan
Pemprov Banten Turunkan Tim ke Sejumlah Titik Terkena Gempa

Pemprov Banten Turunkan Tim ke Sejumlah Titik Terkena Gempa

SERANG, AKSES DISINI – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Banten telah menerjunkan tim ke sejumlah lokasi yang terdampak gempa untuk memantau dan mendata kerusakan akibat gempa berkekuatan 6,7 skala Richter siang ini, Jumat (23/5). 14/1/2022). . Hal itu dilakukan dengan belajar dari peristiwa sebelumnya, Pemerintah Provinsi Banten telah menyiapkan berbagai skema guna mengantisipasi terjadinya bencana alam yang mungkin terjadi di wilayah Provinsi Banten.

“Hingga saat ini, kami masih mendata jumlah kerusakan rumah dan bangunan lainnya di lokasi tersebut,” kata WH.

“Gempa bumi yang sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir dengan kekuatan yang tidak terlalu besar merupakan bentuk gempa bertahap, sehingga potensi gempa besar yang diprediksi oleh para ahli tidak terjadi. Mudah-mudahan ini gempa terakhir,” jelas mantan Wali Kota Tangerang itu selama dua periode.

Selain itu, lanjut WH, belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, saat ini kesiapan Pemprov Banten terus ditingkatkan. Diantaranya berbagai skema pencegahan seperti optimalisasi shelter yang ada, sistem peringatan dini yang sudah berjalan dengan baik, penyediaan titik evakuasi dan berbagai sosialisasi evakuasi kepada masyarakat.

“Masyarakat di daerah bencana juga sudah diamankan di tempat-tempat pengungsian yang sudah kami sediakan (Pemprov Banten, red). Selain itu, kami juga sudah menurunkan tim ke lokasi bencana,” ujarnya.

Hal itu, lanjutnya, sebagai bentuk tanggap bencana yang dilakukan oleh Pemprov Banten bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat.

WH juga mengungkapkan bahwa di beberapa titik di kawasan rawan gempa, Pemprov Banten telah menggalakkan program rumah tahan gempa. Program ini telah dilaksanakan selama tiga tahun terakhir dan masih terus dilakukan.

WH mengungkapkan bahwa masyarakat sekitar telah mengungsi secara mandiri. Karena BMKG telah mengumumkan bahwa tidak ada potensi tsunami, masyarakat biasanya menunggu hingga dua jam di lokasi evakuasi.

“Setelah dua jam tidak ada gempa lagi, biasanya masyarakat akan kembali ke rumah masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Banten Nana Suryana dalam keterangannya mengatakan pascagempa, Gubernur Banten WH langsung memerintahkan BPBD Provinsi Banten untuk langsung turun ke lokasi bencana. Atas perintah tersebut, pihaknya telah menerjunkan sejumlah personel ke lokasi bencana.

“Masyarakat juga diimbau untuk tidak mendekat atau berdiam diri di rumah, harus mengungsi ke tempat yang telah ditentukan,” ujarnya.

Nana menjelaskan, ada beberapa kerusakan baik rumah warga maupun bangunan sosial termasuk tempat ibadah di beberapa lokasi yang dekat dengan episentrum seperti di Kecamatan Sumur, Cibaliung, Panimbang, Munjul, Sukaresmi dan beberapa kecamatan lainnya.

“Jumlahnya masih dalam proses pendataan oleh BPBD daerah. Tapi kalau tidak ada korban jiwa, yang ada hanya korban luka akibat reruntuhan bangunan,” jelasnya.

Nana mengaku gempa yang terjadi siang ini mengakibatkan lima kali gempa susulan. Tapi yang terbesar adalah gempa pertama.

Sebagai informasi, Provinsi Banten diguncang gempa tektonik sekitar pukul 16.05 WIB dengan kekuatan 6,7 skala richter dengan pusat gempa 132 km barat daya laut dengan kedalaman 40 km.

Masyarakat di lokasi terdampak disarankan untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bisa dibenarkan. Untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, atau tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan stabilitas bangunan sebelum kembali ke rumah masing-masing.(RUS/ENK)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan