Pemkot Tangsel Pilih PPKM Level 4, Berlaku Hingga 25 Juli 25

  • Bagikan
Pemkot Tangsel Pilih PPKM Level 4, Berlaku Hingga 25 Juli

AKSES DISINI.comPemerintah Kota Tangerang Selatan juga telah memperpanjang pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 25 Juli 2021.

Perpanjangan kali ini, ada perbedaan nomenklatur atau penyebutan nama menjadi PPKM Tingkat 4, sesuai penilaian Pemerintah Pusat terkait zona penyebaran COVID-19.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, pelaksanaan PPKM level 4 mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2021.

Secara aturan, Benjamin mengaku tidak ada perubahan ketentuan seperti dalam PPKM Darurat yang sebelumnya berlaku hingga 20 Juli 2021.

Aturan itu, kata Benyamin, tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 443/2535/Huk.

“Untuk perguruan tinggi, pendidikan nonformal seperti PAUD, tempat penitipan anak, TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK dan MA, lembaga pendidikan, dan diklat harus menjalankan pembelajaran online,” jelas Walikota Selatan. Tangerang. Benjamin Davnie melalui keterangan resminya pada Rabu, 21 Juli 2021.

Selain bidang pendidikan, aturan yang sama juga berlaku untuk kegiatan di perkantoran.

Untuk sektor non-esensial, sistem 100% work from home masih diterapkan.

“Sektor-sektor esensial seperti keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, hotel penanganan karantina non-COVID-19, dan industri non-ekspor dikenakan maksimal 50% Work From Office (WFO). ) staf dengan protokol kesehatan yang ketat,” katanya.

Sedangkan untuk sektor esensial di sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak dapat ditunda pelaksanaannya dikenakan WFO sebesar 25%.

“Sektor-sektor kritis ditegakkan 100% pegawai Work From Office (WFO) maksimal dengan protokol kesehatan yang ketat,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan PPKM Level 4, pusat perbelanjaan di Tangerang Selatan masih tutup.

“Kecuali akses ke restoran, supermarket, supermarket dan apotek dapat diizinkan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” kata Benjamin.

Sementara pasar tradisional masih diperbolehkan beroperasi. Namun, dengan batasan pukul 05.30 WIB hingga 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50%.

“Supermarket, toko kelontong dan supermarket yang menjual kebutuhan sehari-hari dikenakan pembatasan jam operasional. Mulai beroperasi pukul 08.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB dengan daya tampung 50 persen pengunjung,” katanya.

“Sementara apotek dan toko obat bisa buka 24 jam,” lanjutnya.

Benjamin mengatakan aturan yang sama juga berlaku untuk penyedia makanan atau minuman, seperti warung makan, pedagang kaki lima, dan warung jajanan.

“Hanya menerima delivery atau take away dan tidak boleh makan di tempat dengan jam operasional mulai pukul 05.30 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB. Dilarang makan di tempat hingga PPKM ini berakhir,” kata Benjamin.

Sementara itu, peraturan lain yang berlaku antara lain:

  • Kegiatan pelaksanaan konstruksi berjalan 100% (seratus persen) dengan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat.
  • Tempat ibadah atau tempat ibadah yang meliputi: masjid, musholla, gereja, pura, pura, klenteng dan tempat umum lainnya yang berfungsi sebagai tempat ibadah, tidak mengadakan ibadah/kegiatan keagamaan berjamaah selama pelaksanaan PPKM Level 4 dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah.
  • Kegiatan di fasilitas umum seperti lokasi seni dan budaya, sarana dan prasarana olahraga, arena/kolam renang, ruang publik, taman umum, tempat wisata umum, dan tempat umum lainnya; dan kegiatan sosial (termasuk perayaan ulang tahun, arisan, dan sejenisnya) yang dapat menimbulkan keramaian dan keramaian, ditutup sementara.
  • Angkutan umum, seperti angkutan umum, angkutan massal, taksi (konvensional dan online); dan persewaan/penyewaan kendaraan diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70% (tujuh puluh persen) dengan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat.
  • Penerapan

  • Bagikan