Pemkab Pandeglang Salurkan Bantuan Untuk Masyarakat Yang Terkena PPKM | AksesDisini.com | Banten Hari ini

  • Bagikan

PANDEGLANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang melalui Dinas Sosial (Dinsos) menyalurkan bantuan berupa beras bagi masyarakat yang terkena dampak Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, Nuriah mengatakan, hari ini Dinas Sosial Pandeglang meluncurkan peluncuran pertama bantuan beras untuk masyarakat Pandeglang yang terkena dampak PPKM.

“Ada beberapa sumber Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima bantuan beras PPKM, antara lain 59.736 penerima Bantuan Sosial Tunai (BST), 72.323 penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan 73.406 penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT),” terangnya. Nuriah usai launching penyaluran bantuan beras PPKM di Halaman Kantor Kecamatan Karangtanjung, Kamis (22/7/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, selain bansos, Pemkab Pandeglang juga akan mendapatkan bantuan paket beras 5 kilogram per KPM dari Kementerian Sosial bagi masyarakat terdampak PPKM.

“Kabupaten Pandeglang sendiri sudah mendapat kuota 3.000 paket beras KPM untuk 35 kecamatan,” katanya.

Selain bantuan di atas, kata Nuriah, Pemkab Pandeglang juga memberikan bantuan beras bagi masyarakat yang terpapar Covid-19 atau yang melakukan isolasi mandiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang disimpan di Bulog.

“Masing-masing kecamatan memiliki cadangan beras pemerintah sebesar 100 ton untuk kondisi darurat, dan sejauh ini Pemkab Pandeglang telah menarik 30 ton untuk dibagikan kepada masyarakat yang terpapar Covid-19 atau sedang menjalani isolasi mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Karangtanjung Neneng Nuraeni mengatakan untuk bantuan beras PPKM di Kabupaten Karangtanjung ada sekitar 1.383 KPM dari 4 Kelurahan.

Ia menambahkan, terkait teknis penyaluran bantuan, pihaknya akan mengantarkan langsung ke rumah penerima oleh petugas, agar tidak menimbulkan kerumunan.

“Bantuan beras akan disalurkan langsung ke rumah masing-masing penerima, bantuan akan langsung ke titik lokasi, tidak berhenti di Kelurahan atau Kecamatan,” imbuhnya. (Kedokteran / Merah)

  • Bagikan