Pemerintah mencabut larangan masuknya orang asing dari 14 negara ke Indonesia

  • Bagikan
Pemerintah mencabut larangan masuknya orang asing dari 14 negara ke

Akses Disini, Jakarta – Pemerintah mencabut larangan masuk warga negara asing (WNA) dari 14 negara dengan penularan komunitas virus Covid-19 varian Omicron. Keputusan itu diambil mengingat varian Omicron telah menyebar ke 150 dari 195 negara di dunia sejak Senin (10/1/2022).

“Jika aturan pembatasan daftar negara terus berlanjut, maka akan mempersulit pergerakan lintas negara yang masih diperlukan untuk menjaga stabilitas negara, termasuk pemulihan ekonomi,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. dalam keterangannya, Sabtu (15/1/2022). .

Pencabutan larangan tersebut berdasarkan hasil keputusan bersama dalam rapat terbatas pada 10 Januari 2022 dan tertuang dalam Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 02 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Ke Luar Negeri Selama Masa Covid- 19 Masa Pandemi.

Pencabutan tersebut juga tertuang dalam Keputusan Kepala Gugus Tugas Nomor 3 Tahun 2022 tentang Tempat Pemasukan, Tempat Karantina, dan Kewajiban RT-PCR Bagi WNI yang Melakukan Perjalanan Ke Luar Negeri yang berlaku efektif sejak 12 Januari 2022.


teks alternatif

Keputusan penghapusan daftar negara asal orang asing yang tidak boleh masuk ke Indonesia juga disertai dengan penetapan kriteria orang asing yang masih sama dengan yang diatur dalam surat edaran satgas sebelumnya.

Terkait penghapusan daftar negara, lanjutnya, pemerintah menyamakan durasi karantina bagi semua pemudik menjadi 7×24 jam. Keputusan itu, katanya, telah didukung oleh temuan-temuan ilmiah di berbagai negara.

Misalnya, studi oleh Brandal et al (2021) menemukan masa inkubasi rata-rata kasus kasus varian Omicron adalah tiga hari setelah paparan pertama.

Laporan awal hasil investigasi epidemiologi varian Omicron di Jepang 2022 juga menyebutkan, jumlah virus pada pasien akan mencapai titik tertinggi pada hari ke 3-6 setelah gejala muncul.

Selain itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat merekomendasikan masa karantina yang lebih pendek, karena penularan Omiron terjadi pada hari 1 dan hari 2. Ini sebelum gejala muncul hingga dua hingga tiga hari kemudian.

“Prinsip karantina adalah waktu untuk mendeteksi gejala, karena ada waktu sejak seseorang terinfeksi hingga menunjukkan gejala. Dengan demikian, pelarian orang yang terinfeksi ke masyarakat dapat dihindari,” kata Wiku.

Berdasarkan hasil beberapa penelitian terbaru, varian Omicron diperkirakan rata-rata memiliki gejala awal yang lebih awal. Dengan demikian, karantina tujuh hari cukup efektif untuk mendeteksi kasus positif.

Selain itu, upaya deteksi berlapis dengan tes masuk dan keluar, pemantauan ketat distribusi varian Omicron dengan S-Gene Target Failure (SGTF), dan Whole Genome Sequencing (WGF) yang direkomendasikan oleh strategi multilayered WHO terkait perjalanan internasional juga dilakukan.

Sebelumnya, Surat Edaran (SE) Gugus Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 Nomor 1 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Luar Negeri selama Pandemi Covid-19 mengungkapkan pembaruan daftar warga negara asing (WNA) yang saat ini dilarang masuk ke Indonesia. Penutupan sementara akses WNA tersebut bertujuan untuk mengantisipasi penularan kasus varian Omicron Covid-19.

Ada 14 negara yang orang asingnya dilarang masuk ke Indonesia, yakni Afrika Selatan, Botswana, Norwegia, Prancis, Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambik, Namibia, Eswatini, Lesotho, Inggris, dan Denmark.

Penulis: Tio

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan