Pembuatan Rencana Bisnis UKM Wajib Perhatikan Hal Ini! Akses Disini

oleh -2 views


Rencana bisnis UKM – Tidak hanya butuh modal, bisnis juga membutuhkan perencanaan yang matang. Sebab, dengan business plan, Anda dapat menjalankan bisnis UKM secara terstruktur dan sistematis sehingga dapat mencapai hasil yang diharapkan.

Namun, tahukah Anda apa itu rencana bisnis? Sederhananya, rencana bisnis adalah pernyataan formal yang berisi alasan dan tujuan didirikannya bisnis serta strategi yang akan diterapkan untuk mencapai tujuan tersebut. Rencana bisnis harus dibuat dengan berbagai model bisnis, termasuk UKM.

Lantas, bagaimana cara membuat business plan untuk UKM? Berikut tips membuat business plan untuk UKM.

Mulailah rencana bisnis UKM Anda dengan tujuan yang terukur

pertimbangkan semua potensi yang ada dan sesuaikan dengan tujuan secara rasional.
Sumber: inlab digital

Anda wajib menetapkan target dan sasaran yang dapat diukur. Dalam artian, Anda mempertimbangkan semua potensi yang ada dan menyesuaikannya dengan tujuan secara rasional.

Anda bisa menentukan berapa omzet yang akan dicapai dalam periode atau periode tertentu dalam setahun. Dengan cara ini, Anda akan selalu fokus untuk mencapai tujuan bisnis Anda di tahun tertentu yang telah Anda tulis. Dengan menetapkan tujuan dan target ini, Anda akan menghindari aktivitas non-prioritas lainnya.

Jangan lupakan komponen utama dalam rencana bisnis UKM Anda

Pastikan Anda memikirkan komponen utama rencana bisnis. Diantaranya, model bisnis, target pasar, analisis pesaing, dan rencana keuangan.

Pasalnya, diperlukan rencana bisnis untuk memberikan informasi tentang kejelasan bisnis secara detail. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan gambaran kemajuan bisnis yang dijalankan, detail pasar, pemasaran, struktur dan strategi bisnis, serta pesaing.

Perhatikan format rencana bisnis

Anda bisa menjelaskannya secara lisan dalam diskusi atau saat mempresentasikannya
Sumber: Foto Stok Startup di Pexels

Mengingat bahwa Anda juga perlu mencari modal usaha kepada bank atau investor, pastikan rencana bisnis Anda cukup detail tetapi tidak terlalu panjang dan bertele-tele.

Anda hanya dapat mendeskripsikan setiap komponen utama dalam garis besar. Sedangkan untuk detailnya bisa dijelaskan secara lisan dalam diskusi atau saat mempresentasikannya di hadapan pelanggan, calon mitra atau investor. Jika ditujukan secara formal untuk bank dan investor, maka rencana bisnis menggunakan media lain seperti slide show atau software.

Evaluasi rutin agar terus berkembang

Rencana bisnis bukanlah hal yang hanya dilakukan satu kali di awal pengembangan bisnis. Anda sebenarnya perlu melakukannya dalam kurun waktu tertentu agar bisnis yang Anda bangun bisa terus berkembang.

Anda dapat mengevaluasi strategi yang telah diterapkan dalam sebulan atau periode terakhir dan kemudian mengembangkannya. Dengan tujuan mendapatkan profit yang lebih tinggi. Rencana kegiatan ini juga dapat dipecah dari tindakan bulanan menjadi harian.

Intinya, jadikanlah aktivitas ini sebagai kebiasaan untuk bisnis yang sedang Anda bangun. Hal ini dikarenakan segala sesuatu yang Anda lakukan terkait bisnis akan selalu mengarah pada tujuan yang ingin dicapai.

Sebagai seorang pebisnis, Anda harus memahami prinsip bahwa sebuah bisnis harus dirancang dengan cermat agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Oleh karena itu, penting untuk membuat business plan yang dapat memberikan gambaran secara detail tentang seluk beluk usaha yang telah atau akan dijalankan.

Sumber gambar: Foto Stok Startup di Pexels

Baca juga: