Pembangunan Gedung Mustahiq di Aceh Tengah Akan Dilanjutkan – AKSES DISINI

oleh -4 views

AKSES DISINI, TAKEENGON – Bupati Aceh Tengah yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Mursyid, M.Si memimpin rapat koordinasi terkait kelanjutan pembangunan Gedung Ibadah Mustahiq dan Pembangunan Masjid Gerbang Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (11/6), di Gedung Oproom kecamatan setempat.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Badan dan Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Tengah, Kepala Sekretariat Hukum, Kepala Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah serta perwakilan dari Badan Pengelola Keuangan Kabupaten Aceh Tengah.

Dalam arahannya, Mursyid menyampaikan bahwa rencana kelanjutan pembangunan Gedung Ibadah Mustahiq di Takengon serta pembangunan Masjid Gerbang Kabupaten Aceh Tengah yang berlokasi di Desa Ise-Ise Kecamatan Linge yang bersumber dari Baitul Mal Dana Pendapatan Asli Daerah (Zakat) di Kabupaten Aceh Tengah tahun lalu, perlu kejelasan prosesnya. baik secara hukum maupun administratif agar tidak tersandung dalam pelaksanaannya.

“Pengelolaan dana zakat harus disesuaikan dengan payung hukum yang ada, agar tidak berbenturan saat melakukan kegiatan pembangunan tersebut,” kata Mursyid.

Mursyid juga mengatakan jika alokasi dana Baitul Mal dalam mendukung proses pembangunan kegiatan tersebut tidak bertentangan dengan kerangka hukum yang ada, maka proses pengadaan (pembangunan) tentunya juga harus mengacu pada ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah. .

“Untuk saat ini pembangunan dua gedung tersebut kita lakukan melalui pengadaan barang dan jasa karena sesuai payung hukum yang ada kita harus mengacu pada Perpres tentang pengadaan barang dan jasa, hal ini dilakukan karena belum ada payung hukumnya. payung yang mengatur masalah ini dari Kabupaten hingga Provinsi” lanjut Mursyid.

Hal senada juga diperkuat oleh Kepala Sekretariat PBJ. Aceh Tengah, Ansari yang menurutnya sebelum pelaksanaan kegiatan ini harus ada pengaturan dalam proses pengembangan kegiatan hingga tahap pencairan dana yang akan digunakan untuk menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Ketua Baitul Mal Ridwan Qari juga mengungkapkan bahwa salah satu Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Aceh salah satunya bersumber dari Dana Zakat.

Untuk itu, kata dia, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Baitul Mal sebagai lembaga pengelola zakat dan pemberdayaan aset keagamaan, pelaksanaan kegiatan ini akan dilakukan melalui pendanaan APBK Kabupaten Aceh Tengah.

Gambar Gravatar

razak74 (32)