Orasi Ilmiah Pengukuhan Gelar Guru Besar Kehormatan Unhan, Megawati Soekarnoputri Tegaskan Perlunya Perubahan Sekali Lagi Untuk Menghidupkan Kembali PPHN – AKSES DISINI

  • Bagikan

ANALISIS, BOGOR – Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, dalam orasi ilmiahnya pada Sidang Terbuka Senat tentang Penetapan Guru Besar Kehormatan Universitas Pertahanan Republik Indonesia, kembali menegaskan perlunya amandemen terbatas UUD 1945 Konstitusi untuk menyajikan arah negara. “Arah negara diperlukan agar arah pembangunan nasional berjalan dengan baik, terencana, dan berkelanjutan,” kata Megawati.

“MS. Megawati dalam orasi ilmiah saat pengukuhan guru besar kehormatan ilmu pertahanan bidang kepemimpinan strategis di Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia kembali menegaskan bahwa sebaiknya UUD 1945 diubah sekali lagi, sehingga bahwa arah negara dapat dipulihkan. Dengan demikian, bangsa Indonesia memiliki bintang pemandu bagi pembangunan nasional,” kata Bamsoet usai menghadiri Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar Kehormatan Unhan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, di kampus Unhan, Bogor, Jumat (21/6/21). ).

Hadir antara lain Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BIN Budi Gunawan, Jenderal Kasad Andika Perkasa, Laksamana Kasal Yudo Margono, Kepala Staf Fadjar Prasetyo. Turut hadir putra-putra Megawati, yakni Mohammad Rizki Pratama dan Mohammad Prananda Prabowo.

Ketua DPR RI ke-20 itu mengatakan, berbekal pengalaman memimpin Indonesia 2001-2004, Megawati mendukung bahwa MPR RI memiliki kewenangan merumuskan dan menetapkan kebijakan negara. Megawati sendiri merasa tidak adanya arahan negara membuat roda pembangunan tidak berjalan mulus.

“Karena tidak adanya arahan negara, maka pembangunan Indonesia sering maju mundur dalam pembangunan. Maju dua langkah. Maju dua langkah, mundur satu langkah. Seperti menari Poco-Poco. Tidak ada kesinambungan dan kesinambungan antara pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah,” jelas Bamsoet.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) juga mengapresiasi pengukuhan gelar guru besar kehormatan (Professional Professor) Ilmu Pertahanan dalam Kepemimpinan Strategis yang diberikan kepada Megawati oleh Universitas Pertahanan Republik Indonesia. Menyampaikan karya ilmiah “Kepemimpinan Presiden Megawati di Era Krisis Multidimensi 2001-2004”, Ketua Umum PDI-P ini melakukan refleksi diri dalam perjalanannya memimpin Indonesia.

“Dalam dunia akademik, menulis makalah tentang pengalaman pribadi adalah hal biasa. Apalagi pengalaman yang disampaikan Bu Mega mengandung banyak pelajaran penting, yang bisa dijadikan bekal bagi generasi muda dan calon pemimpin bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan multidimensi yang akan dihadapi Indonesia ke depan,” jelas Bamsoet.

Kepala Badan Pertahanan Negara FKPPI menjelaskan bahwa selama memimpin Indonesia, Megawati Soekarnoputri telah berhasil memecahkan berbagai masalah nasional di bidang ekonomi, politik, dan sosial. Di bidang ekonomi, misalnya, Megawati berhasil meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia. Dari sekitar USD 465 pada tahun 1997, menjadi USD 930 pada tahun 2004.

“Selama kepemimpinan Bu Mega, nilai ekspor Indonesia berhasil meningkat. Dari USD 57,158 miliar pada tahun 2002 menjadi USD 61,02 miliar pada tahun 2003. Berkat kepemimpinannya, Ibu Mega juga berhasil membawa Indonesia keluar dari krisis energi, setelah berhasil meyakinkan banyak pemimpin perusahaan migas internasional untuk berinvestasi di Indonesia, dengan total nilai Rp 200 triliun per tahun,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menambahkan, Megawati juga berhasil menyelesaikan konflik Poso yang sudah berlangsung sejak 1998. Serta menyelesaikan konflik Aceh dan Ambon.

“Dia juga yang memimpin Indonesia untuk melaksanakan pemilihan presiden-wakil presiden secara langsung oleh rakyat. Sekaligus menyukseskan pelaksanaan Pilpres dan suksesi kepemimpinan nasional secara damai, aman dan kondusif,” pungkas Bamsoet.

  • Bagikan