Mutia Fashion: Fokus dan Harus Bisa Membaca Selera Konsumen

  • Bagikan
Mutia Fashion: Fokus dan Harus Bisa Membaca Selera Konsumen

Mutia Fashion tahun ini melebarkan sayapnya dengan membuka cabang di perumahan Persada Banten, Kota Serang. Brand lokal Serang ini dirintis pada tahun 2016 melalui proses yang panjang dan berliku.

Wina Mutia Sari, pemilik Mutia Fashion, saat meresmikan cabang usahanya bercerita tentang perjalanan memulai sebuah bisnis. “Sejak bekerja di bank pada tahun 2015, saya suka berjualan. Menjual pakaian. Ya sudah ada trade spiritnya,” kata Wina, Rabu (13/10).

Setelah menikah pada tahun 2016, Wina mulai serius berbisnis. Dia tidak langsung membuka toko atau butik. Semuanya dilalui dari awal. Jualan seminggu sekali di Serang City Square dengan mobil, saat ada acara car free day. Sempat pula berjualan di area Stadion Maulana Yusuf, Serang. “Jadi begitu seluk-beluk usaha yang pertama. Barangnya juga bukan buatan sendiri dan merek sendiri. Dulu, kami masih ambil grosir di Tanah Abang, Jakarta,” kata Wina.

Berkat ketekunan dan fokus menjalankan bisnis, perlahan-lahan terus berkembang. Pada 2018 ia membuka toko sendiri di Kidang, Kota Serang, dengan nama Mutia Fashion. “Dimasa pandemi dan susahnya belanja di Jakarta, akhirnya saya memberanikan diri untuk mendesain baju muslim sendiri. Kemudian menjahitnya ke mitra. Ternyata hasil desain saya mendapat respon yang sangat baik. Sekarang sudah punya model dan merek sendiri, modelnya mengikuti tren yang sedang berkembang atau diminati masyarakat,” kata Wina.

Ditanya tentang tips bisnis, Wina mengaku semua berawal dari belanja, grooming, dan trading. Ini dimulai sebagai menyenangkan dan berubah menjadi bisnis. “Tentu harus fokus, konsisten, selalu berinovasi, belajar dari brand-brand sukses, belajar mengikuti perkembangan fashion agar tidak ketinggalan,” kata Wina.

Jika bisnis itu hanya sekilas, lanjutnya, akan sulit berkembang. Apalagi hanya ikut-ikutan dan berteriak tidak akan bertahan lama. “Saya sendiri berusaha untuk selalu mencari inspirasi dan melihat tren, namun tetap dengan memasukkan ciri khas Mutia Fashion sebagai busana yang simpel dan elegan, cocok dijadikan busana untuk ke pesta atau ke acara pesta,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, harus bisa memahami selera pasar dan kebutuhan pelanggan. Seperti di cabang bisnis di perumahan Persada Banten, ia bekerjasama dengan Nibras, sebuah brand dan produk fashion muslim ternama. “Dari pelanggan yang ada dan permintaan pasar di kawasan perumahan, saya berkolaborasi dengan merek lain agar toko ini lengkap dengan produk dan memiliki nilai tambah,” kata Wina.

Wina menilai, perkembangan bisnis fashion di Kota Serang cukup berkembang. Masyarakat termasuk konsumtif terhadap produk fashion. “Daya belinya lumayan bagus. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan peluang itu dengan menyediakan produk yang mereka sukai dan pandai berpromosi. Harga produk terjangkau dan tentunya berkualitas,” ujarnya. (bi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: