Mirip dengan Gol Tangan Tuhan Maradona, Statuta UI akan dikenang masyarakat selamanya

  • Bagikan

Akses Disini, Jakarta — Netizen Indonesia menyoroti trik pemerintah mengubah Statuta Universitas Indonesia (UI), agar Rektor UI Ari Kuncoro bisa merangkap jabatan sebagai Komisaris BUMN.

Mereka juga membuat lelucon dengan kalimat satir sebagai cara untuk mengungkapkan fenomena bahwa ketika penguasa melanggar aturan, aturan diubah.

Hingga Rabu (21/7/2021) malam ini, tagar Rektor UI bertengger di trending topic dengan mendapatkan 80 ribu tweet di media sosial Twitter. Pada siang hari, publik di dunia maya terpantau ramai membahas perubahan Statuta UI yang sebelumnya melarang Rektor UI merangkap jabatan, termasuk di BUMN.

Berikut adalah 5 permainan kata-kata lucu ala Netizen Negara +62 di Twitter:

“Rektor UI makan sate kambing, kambingnya punya kolesterol,” tulis akun @Polan*** i,

“Rektor UI antri di ATM, otomatis mesin ATM pindah ke rumah,” tulis akun @mar***a_id*a.

“Rektor UI ketemu dan meninggal. Saya salah baca tajwid, lalu mati dan hidup lagi,” kata akun @ai****jib.

“Rektor UI ditilang polisi, polisi harus bayar,” tulis akun @BossTe***en.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Media Sosial dari Komunikonten, Hariqo Satria mengatakan, perhatian publik terhadap ‘Kampus Kuning’ tak terelakkan.

Disebutkannya, saat ini media massa hingga media sosial memang banyak membahas perubahan Statuta UI yang sebelumnya melarang Rektor UI menjadi jurusan.

“Melihat konten miris yang disampaikan warganet di media sosial, saya kira perubahan Statuta UI dalam rangka memuluskan rangkap jabatan Rektor UI akan dikenang masyarakat selamanya dan akan melekat dalam ingatan kolektif masyarakat. ,” kata Riqo, panggilan akrabnya, Rabu (21/7/2021) malam.

Riqo tidak memungkiri bahwa di era digital ini, suatu isu sulit untuk bertahan, apalagi bertahan lama di benak masyarakat. Kecuali jika kejadiannya luar biasa atau kejadian yang di luar nalar.

Sebab, kata dia, setiap isu selalu ditimpa isu lain dan jutaan konten yang dihasilkan media dan jutaan pengguna smartphone. Selain itu, setiap orang juga memiliki minat dan konsentrasi.

Namun, menurut Riqo, kasus Statuta ini akan sangat sulit dilupakan oleh publik, seperti Gol Tangan Tuhan Maradona, bom atom di Hiroshima, atau peristiwa 9/11.

“Kasus perubahan statuta UI ini berbeda, ini adalah kejadian yang sangat memilukan yang terjadi di pusat etika, pusat ilmu pengetahuan. Akal-akalan ini akan dikenang masyarakat selamanya,” kata penulis buku The Art of Managing Social Media Teams ini.

Editor: Alfian Risfil A

  • Bagikan