Minta Arahan, Panglima TNI Kunjungi Rumah Dinas Ketua DPD

  • Bagikan
Minta Arahan Panglima TNI Kunjungi Rumah Dinas Ketua DPD

Akses Disini, Jakarta – Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti menerima kunjungan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa di rumah dinas Ketua DPD RI, Jalan Denpasar, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (24/11).

Dalam kesempatan itu, Ketua DPD RI mengucapkan selamat kepada Jenderal Andika Perkasa yang dipercaya sebagai Panglima TNI.

“Saya dan DPD RI berterima kasih kepada Pak Andika menjadi Panglima TNI. Kami yakin rakyat akan bersama TNI. Semoga selalu amanah dalam mengemban tugas membela dan menjaga kedaulatan negara. Semoga bisa membawa TNI semakin profesional dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” ujar La Nyalla.

La Nyalla yang didampingi Senator dari DKI Jakarta Sylviana Murni yang juga Ketua Komite III DPD RI, Ketua Komite I Fachrul Razi dan Bustami Zainudin yang merupakan Senator Lampung, juga memperkenalkan panitia-panitia di DPD RI dengan tugas dan fungsinya masing-masing. mitra mereka dengan kementerian. terkait.


teks alternatif

“DPD pasti akan ‘mengganggu’ Panglima TNI. Karena saya berharap DPD dan TNI bersinergi dan bersinergi dalam membangun dan memajukan daerah,” lanjut La Nyalla.

Dalam kesempatan itu, La Nyalla juga menyinggung keinginan DPD RI untuk melaksanakan Amandemen Konstitusi ke-5.

“Kami ingin ambang batas pencalonan presiden tidak dibatasi 0 persen. Kami juga berharap akan ada calon perseorangan. Karena suara anggota DPD adalah suara rakyat murni yang jika dijumlahkan lebih banyak dari suara anggota DPR,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Jenderal Andika Perkasa berdoa memohon restu kepada Ketua DPD RI agar amanah dan lancar dalam menjalankan tugasnya.

“Saya secara resmi mengunjungi DPD sebagai lembaga tinggi di negeri ini. Mohon doa restunya dan mohon informasinya dari DPD RI apa yang perlu saya ketahui dan apa yang perlu diperhatikan oleh TNI, agar bisa saya antisipasi kedepannya,” ujarnya.

Jenderal Andika juga mengaku tidak memikirkan untuk diangkat menjadi Panglima TNI. Namun, sebagai seorang prajurit, ia selalu siap jika diberi amanah.

“Penunjukan ini merupakan hak prerogatif Presiden. Saya bahkan tidak berpikir untuk menjadi Panglima Tertinggi. Tapi ini adalah anugerah dan ujian dari Tuhan Yang Maha Esa dan saya harus menjalaninya dengan baik,” ujarnya

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan