Mengantisipasi lonjakan gelombang Omicron, pemerintah melibatkan telemedicine

  • Bagikan
Antisipasi Lonjakan Gelombang Omicron, Pemerintah Libatkan Telemedisin

AKSES DISINI.com-Jumlah kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia terus bertambah. Terkait hal tersebut, pemerintah telah bekerjasama dengan telemedicine untuk menambah fasilitas isolasi dalam upaya mengatasi potensi terjadinya lonjakan Omicron.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah bekerja sama dengan platform telemedicine dan rumah sakit rujukan. “Untuk meningkatkan aksesibilitas kasus positif dengan pelayanan kesehatan yang berkualitas,” kata Wiku dalam keterangan tertulis seperti dikutip Antara, Jumat, 14 Januari 2022.

Menurut Wiku, layanan kesehatan yang diberikan meliputi layanan konsultasi medis dan pengiriman obat gratis bagi pasien Covid-19 yang saat ini melakukan isolasi mandiri di rumah.

Langkah ini, kata Wiku, diambil menyusul peningkatan signifikan kasus positif Covid-19 dalam dua pekan terakhir di dunia. Bahkan peningkatan kasus harian mencapai 2,7 kasus pada 7 Januari 2022. Angka ini lebih tinggi dari rekor peningkatan kasus pada lonjakan sebelumnya 1 juta kasus dalam sehari.

Wiku mengatakan, peningkatan kasus positif juga terjadi di negara tetangga Indonesia, antara lain Jepang, Vietnam, Thailand, dan Singapura. Saat ini kasus positif di Indonesia meningkat selama dua minggu berturut-turut, dari 1.200 kasus menjadi 1.400 kasus dan dalam sepekan terakhir hampir 3.000 kasus, atau meningkat dua kali lipat dari pekan sebelumnya.

Dikatakannya, peningkatan harian kasus positif bahkan melebihi 800 dalam sehari pada 11 Januari 2022. “Sementara kemarin, pada 12 Januari ada penambahan 600 kasus positif. Padahal sebelumnya penambahan kasus berhasil ditekan di kisaran 100-200 kasus positif/hari,” katanya. cahayaWiku.

Sementara itu, kasus aktif juga mengalami peningkatan konsisten dalam sepekan terakhir hingga 12 Januari 2022, mencapai hampir 7.000 kasus, setelah sebelumnya ditekan sekitar 4.000 kasus.

Menyusul meningkatnya jumlah pemudik internasional yang positif Covid-19 pada saat kedatangan atau menjalani karantina, pemerintah menambah sedikitnya empat hotel isolasi di Jakarta.

Fasilitas hotel isolasi ini menjadi pilihan lain untuk isolasi selain Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) yang saat ini memiliki 93 rumah sakit di DKI Jakarta berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta No 14 Tahun 2021.

Kehadiran tambahan hotel isolasi membantu pemerintah memfasilitasi kapasitas kamar menjadi 400 yang tersebar di berbagai hotel seperti Hotel Alia, Gran Cempaka, D’Arcici Cempaka Putih, dan D’Arcici Plumpang.

Menurut Wiku, tidak semua hotel memenuhi persyaratan, seperti menyediakan fasilitas isolasi atau tidak menerima tamu non-isolasi. Dengan demikian, pemilihan fasilitas tambahan ini telah melalui penilaian yang ketat sesuai standar yang berlaku.

Ia menambahkan, kebutuhan penambahan kamar sangat mendesak karena jumlah orang yang positif Covid-19 dari pemudik meningkat drastis dalam sepekan terakhir.

Secara kumulatif, kedatangan wisman di DKI Jakarta sebagai salah satu pintu masuk wisman sejak Mei 2020 hingga 12 Januari 2022 mencapai 713.222 dengan tren jumlah kedatangan tertinggi pada awal Januari 2022. wisatawan mencapai 200-350 per hari. Sebagian besar tidak menunjukkan gejala dan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit,” katanya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan