Mengaku tidak mendapatkan hak selama empat tahun, sopir truk Pertamina mengadu ke dewan

oleh -78 views

CILEGON – PT Garda Utama Nasional (GUN) vendor yang mempekerjakan pengemudi atau awak mobil tangki Pertamina (AMT) di Terminal Pertamina Tanjung Gerem, Kota Cilegon dituding melanggar peraturan ketenagakerjaan karena tidak memberikan hak-hak buruh.

Hak buruh yang dimaksud adalah kompensasi sistem shift dan ekstra puding bagi AMT selama empat tahun terakhir.

Para buruh membawa masalah ini ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon. Mereka berharap DPRD bisa memperjuangkan hak yang sudah bertahun-tahun tidak diberikan.

Ketua Serikat Pekerja Migas Cilegon Adi Ardian menjelaskan, ada ratusan AMT Pertamina yang bekerja di PT GUN. Awalnya, para pengemudi bekerja tanpa sistem shift, namun setelah satu tahun bekerja PT GUN mengubah sistem kerja.

“Dulu teman-teman tidak shift, setelah satu tahun PT GUN menerapkan kerja shift dengan waktu kerja 12 jam, ini sudah berlangsung selama empat tahun,” kata Adi, Rabu (9/6).

Upaya yang baik telah dilakukan oleh serikat pekerja, namun sampai saat ini dikatakan bahwa PT GUN masih belum memberikan hak-hak pekerja tersebut.

Dengan mengajukan pengaduan ke DPRD Kota Cilegon, buruh berharap PT GUN memberikan hak buruh selama empat tahun.

Menanggapi keluhan buruh, Komisi II DPRD Kota Cilegon menggelar audiensi dengan menghadirkan serikat pekerja, Disnaker, dan manajemen PT GUN di kantor DPRD Kota Cilegon, Rabu (9/6). Namun, rapat tersebut tidak menghasilkan keputusan apapun alias dead lock.

Serikat pekerja juga mengaku akan membawa masalah ini ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Sementara itu, HRD PT GUN Hernofian menjelaskan, diskusi dengan buruh sudah dilakukan, bahkan pihaknya sudah membuat rekomendasi dari Disnaker Kota Cilegon. Namun, ada hal yang membuat diskusi dengan buruh menemui jalan buntu.

“Kami sudah membuat rekomendasi di Disnaker, tapi belum bertemu dengan pekerja,” katanya.

Soal puding ekstra, menurut dia, selama ini pihaknya sudah memberikannya, namun diakuinya tidak rutin.

Hernofian menilai pihaknya siap berkomunikasi dengan buruh untuk menyelesaikan persoalan tersebut hingga tuntas tanpa merugikan pihak manapun. (Bayu Mulyana)

Gambar Gravatar

Redaksi (55)