Mau Blak-blakan, Justice Collaborator Penyuap Edhy Prabowo Dikabulkan Jaksa

oleh -1 views

AKSES DISINI – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mengabulkan permohonan Justice Collaborator (JC) yang diajukan Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito dalam kasus suap izin ekspor benih Lobster pada tahun 2020.

Hal itu disampaikan Jaksa KPK saat membacakan dakwaan terhadap Suharjito, suap mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu (7/4/2021).

Kuasa hukum Siswandono mengatakan, tim jaksa mempertimbangkan pengajuan JC milik terdakwa Suharjito dalam proses penyidikan. Suharjito dinilai berterus terang menyampaikan kasus ini secara terbuka.

“Jaksa berpendapat, karena terdakwa telah jujur ​​dalam memberikan keterangan dan keterangan serta telah membuka keterlibatan pihak lain, maka permohonan terdakwa dapat dikabulkan. Namun baru dikabulkan setelah terdakwa memberikan keterangan dalam perkara yang lain. tergugat, ”kata Jaksa Siswandono di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (7/4/2021).

Baca juga:
Sidang Kasus Lobster, Jaksa Pemeriksa Suap Edhy Prabowo sebagai Tergugat

Terdakwa Suharjito telah divonis penjara selama tiga tahun. Ia juga harus membayar denda sebesar Rp. 200 juta, subsider enam bulan penjara.

Dalam dakwaannya, Suharjito menyuap Edhy Prabowo sekitar Rp. 2,1 miliar terkait izin ekspor benih lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2020.

Suap diberikan kepada Edhy melalui beberapa perantara. Diantaranya adalah dua staf khusus Kementerian Kelautan dan Perikanan, Andreau Misanta Pribadi dan Safri; kemudian Amiril Mukminin sebagai sekretaris pribadi Edhy, dan Ainul Faqih sebagai staf pribadi istri Edhy, Iis Rosita Dewi.

Suap itu dimaksudkan untuk memudahkan perusahaan tergugat dipercepat dalam pengesahan izin ekspor benih Lobster di Kementerian KP pada 2020.

Dalam dakwaan KPK, terdakwa Suharjito dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Baca juga:
Berkas lengkapnya, KPK tak mau memanggil Sekjen KKP dalam kasus Edhy Prabowo