Masyarakat Butuh Bantuan Sosial, Pemprov Banten Berencana Beli Mobil Mewah Rp 2,8 Miliar | AksesDisini.com | Banten Hari ini

  • Bagikan

SERANG – Setelah membangun Stadion Banten yang menelan biaya hampir Rp1 triliun, kini Pemprov Banten akan membelanjakan uang negara
pengadaan kendaraan mewah yaitu Toyota Camry senilai Rp. 2,8 miliar.

Hal itu mencuat dalam salah satu siaran LPSE Provinsi Banten. Dalam kode rencana pengadaan umum, nama paket pengadaan kendaraan dinas roda empat tercantum untuk Toyota Camry 2.5 VA/T 6 percepatan otomatis 2494 CC.

“Di satu sisi, masyarakat diminta ‘ngajedog di Imah’. PPKM darurat diterapkan, Pemprov Banten sudah menganggarkan untuk pembelian mobil Sekretariat DPRD Banten entah untuk siapa. Untuk pimpinan DPRD atau sekretaris DPRD?” Direktur Eksekutif ALIPP Uday Suhada mengatakan, Rabu (21/7/2021).

Belanja mobil mewah seperti itu untuk Uday sangat merugikan masyarakat. “Karena tidak ada sedikitpun rasa krisis dari aparat di Banten dalam situasi darurat seperti sekarang ini. Dimana rasa kepedulian mereka? Dimana letak otak mereka? Tidakkah malu orang-orang yang saat ini berteriak-teriak?” toilet hari.

ALIPP meminta agar Pemprov Banten membatalkan pembelian mobil mewah tersebut di tengah kondisi masyarakat Banten yang membutuhkan bantuan karena sulitnya mencari nafkah di tengah pandemi Covid-19 “Batalkan pembelian mobil mewah tersebut ! Lihatlah orang-orangmu yang dalam kesulitan!”

Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Ikhsan Ahmad menilai Pemprov Banten menilai Covid-19 tidak ada di Banten. Oleh karena itu, dampak ekonomi dan kesehatan yang dirasakan masyarakat Banten hanya dipandang sekilas.

Padahal masyarakat Banten sedang berjuang untuk bertahan hidup karena kondisi ekonomi yang sangat buruk akibat kebijakan PPKM Darurat.

“Pembelian mobil Camry membuktikan tidak ada Covid-19 di Banten, pembelian mobil dan berbagai kejadian lainnya, antara lain misalnya pembangunan stadion, rumput Italia dan saya yakin masih banyak lagi. ke depan adalah simbol kurangnya rasa krisis, simbol kurangnya perencanaan, penanganan dan pencegahan Covid-19,” kata Ikhsan.

Jika Pemprov Banten disibukkan dengan pembangunan dan pengeluaran yang tidak langsung menyentuh kebutuhan masyarakat Banten, Ikhsan menyarankan untuk tidak memaksa masyarakat berdiam diri di rumah tanpa mencari nafkah.

“Jadi lebih baik tidak menakut-nakuti orang untuk mencari nafkah karena ini lebih penting. Mencari nafkah di tengah ancaman Covid menunjukkan harapan hidup yang tinggi dibandingkan berdiam diri di rumah lapar dan sesak napas semakin mendengar Setwan membeli mobil baru, Gubernur dengan rumput Italia-nya, belum lagi korupsi masker selama ini. pandemi,” ujarnya. (Anda/Merah)

  • Bagikan