Analisnews, Sintang, Kalimantan Barat – Maraknya pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Waterfront Sui Durian Sintang jika tidak segera ditertibkan akan menjadi masalah tersendiri.

Tentu saja PKL adalah urat nadi perekonomian masyarakat, dan pengendalian PKL harus ada solusinya.

Korwil TINDAK Indonesia Kalimantan Barat, Bambang Iswanto Amd

Koordinator Wilayah TINDAK Kalbar Indonesia Bambang Iswanto, Amd menanggapi masalah PKL ini, menurut saya boleh saja menjual PKL asalkan tertata rapi.

“Kita bisa lihat di kawasan Water Francity Sui Durian, para pedagang kaki lima (PKL) jika menggelar tenda untuk memakan tempat parkir tentu saja bisa menimbulkan kemacetan,” kata Bambang.

Bambang mengatakan, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Satuan Polisi Lalu Lintas harus segera melakukan penertiban baik PKL maupun kendaraan parkir agar lebih rapi dan tertib.

“PKL dan kendaraan yang diparkir harus diberi imbauan yang manusiawi dari Stacholder yang berwenang,” jelasnya.

Anggota Polsek Sintang mengimbau PKL
Aparat Polsek Sintang mengimbau PKL, Doc Photo Analisnews.co.id

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Sintang, Martin Nandung, menegaskan, sebenarnya kami tidak pernah memberikan izin atau mengizinkan tetapi telah memberikan toleransi kepada pedagang kaki lima (PKL) dibuka mulai pukul 14.00 WIB hingga malam hari.

“Saat ini belum ada solusi untuk memindahkan PKL ke tempat yang lebih representatif,” ujar Martin Nandung saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.

Martin Nandung mengatakan, kami selalu mengontrol PKL, namun selama bulan puasa dan masa pandemi ini, kami memberikan kelonggaran untuk membantu PKL bertahan di tengah pandemi.

Martin Nandung menegaskan, setelah Lebaran kami akan menertibkan kembali, bahkan nanti ketika pembangunan Waterfront sudah dimulai lagi, kami akan secara permanen menata tempat bagi PKL.

“Para pedagang kaki lima (PKL) akan diatur lebih baik, tempat penjualannya dalam bentuk tenda / gerobak dan waktu jual juga akan diatur.

Ia melanjutkan, sepanjang pantai dan kompleks pasar sungai durian akan dijadikan kawasan wisata sehingga harus tertata rapi dan bersih agar bisa menarik pengunjung.

“Untuk penertiban PKL kita tetap penegakan hukum secara manusiawi, namun harus ditekankan agar PKL dan pengguna jalan tetap bisa memarkir kendaraan dengan rapi,” pungkas Martin Nandung. (Fyan / Merah)

Tinggalkan Balasan