LQ Indonesia menyinggung aroma tak sedap di balik aroma kopi Kapal Api

  • Bagikan
LQ Indonesia Singgung Aroma Tak Sedap Dibalik Harumnya Kopi Kapal Api

Akses Disini, Jakarta — LQ Indonesia Lawfirm menyinggung pernyataan Anggota Komisi III DPR RI, Arteria Dahlan, dalam audiensi dengan Kapolri yang menyoroti pemilik Grup Kopi Kapal Api, Soedomo Mergonoto, mengenai aroma “tidak enak” di perusahaan.

Soedomo Mergonoto dikatakan telah mempengaruhi polisi dengan menggunakan kekuatan uangnya.

“Bahwa pengacara di RUPS tidak diundang, rekaman dan rekaman itu digunakan di Polrestabes. Polisi itu bukan polisi swasta. Jawa Timur tidak ada yang berkuda. Saya minta Kapolri untuk memperbaikinya. Yang bersangkutan disuruh bertaubat, tidak bisa lagi naik polisi. Miskin,” seperti dikutip dari Video Link Arteria Dahlan di Youtube LQ: https://youtu.be/RrF7hHnELGU.

LQ Indonesia Lawfirm, firma hukum yang vokal dan tulus membantu masyarakat, khususnya korban mafia, kali ini membeberkan bau tak sedap dari Keluarga Kapal Api Kopi Group.


teks alternatif

Setelah sebelumnya Mimihetty Layani dan Christeven Mergonoto sebagai komisaris PT Kahayan Karyacon yang juga merupakan istri dan anak dari Soedomo Mergonoto selaku pemilik Kapal Api Group, Direksi PT. Kahayan Karyacon ke Mabes Polri atas dugaan penggelapan di kantor.

Kali ini giliran Direktur Utama PT Kahayan Karyacon setelah menghubungi LQ Indonesia Lawfirm di 0817-9999-489 dan memberikan kewenangan untuk melaporkan kembali kepada Mimihetty Layani dan Christeven Mergonoto di Polrestabes Banten atas dugaan penggelapan dan/atau penggelapan jabatan pasal 372 atau 374 KUHP, dalam Laporan Polisi No. TBL/B/364/IX/2021/SPKT I DIRKRIMUM/POLDA BANTEN Tanggal 29 September 2021.

Advokat Adi Gunawan, SH, MH memberikan keterangan kepada media di Polda Banten bahwa “Mimihetty Layani dan Christeven Mergonoto diduga menggelapkan aset PT Kahayan Karyacon sekitar 3 miliar. Polisi sedang dalam perjalanan.

Ancaman pasal 374 KUHP adalah 5 tahun penjara. “Kami tegaskan jangan sampai ada yang merasa di atas hukum, pemilik Kapal Api Coffee Group juga harus mengikuti proses hukum, kami akan mengawal kasus ini,” kata advokat Adi Gunawan (Dari LQ Indonesia) Senin (18/10/2021). ).

“Keluarga Kopi Kapal Api sangat lihai dan sudah tahu strategi dan trik menghindari pajak yang merugikan keuangan negara. Salah satunya dengan menyalurkan dana melalui rekening pribadi bukan rekening perusahaan dan tidak membuat laporan keuangan perusahaan, padahal sebagai Komisaris wajib memerintahkan Direksi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. ,” kata Kepala Humas LQ Indonesia Lawfirm, Sugi.

Ketika Covid-19 melanda Indonesia dan banyak pabrik yang terkena dampak ekonomi. Kahayan Karyacon merupakan salah satu pabrik yang terdampak.

Alih-alih membantu dalam masalah keuangan karena komisaris dan pemilik perusahaan bertanggung jawab secara moral atas hutang mereka, Mimihetty Layani dan Christeven Mergonoto sebagai komisaris mengambil taktik mencari kambing hitam dan melarikan diri dari tanggung jawab hutang kepada pemasok yang telah menyediakan barang dan jasa kepada Kahayan Karyacon.

Para pemasok yang tidak dibayar akhirnya mengajukan gugatan PKPU ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk meminta hak atas tagihan yang belum dibayar tersebut.

Takut dan pelit menutupi tanggung jawabnya sebagai direktur, Mimihetty dan Christeven melaporkan Direksi Kahayan ke Mabes Polri atas dugaan penggelapan jabatan karena tidak diberikan laporan keuangan selama 10 tahun.

Sementara itu, Advokat Franziska Martha Ratu Runturambi membantah tudingan Mimihetty.

Editor: Alfian Risfil A

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: