Legislator Golkar Sarankan Kementerian BUMN Dibubarkan, Kenapa?

  • Bagikan
Legislator Golkar Usul Kementerian BUMN Dibubarkan, Kenapa?

Akses Disini, Jakarta – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Golkar Maman Abdurrahman mengusulkan Kementerian BUMN dibubarkan. Pasalnya, Kementerian BUMN telah menyebabkan hilangnya budaya profesionalisme sehingga BUMN tidak pernah maju.

“Menanggapi pidato Pak Jokowi, saya mendorong Kementerian BUMN dibubarkan, kemudian diubah menjadi badan atau Super Holding yang posisinya di bawah Kementerian Teknis,” kata Maman, Senin (18/10/2021).

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, direksi BUMN lebih tunduk kepada Kementerian BUMN. Karena itu dapat menghapus mereka dari kantor. Padahal, kegiatan teknis dan operasional sehari-hari perusahaan BUMN terkait dengan kementerian teknis sesuai bidang tugasnya.

“Misalnya PLN, Pertamina, PGN, INALUM, tanya saja ke semua Direksi apakah sudah berkoordinasi dengan Dirjen masing-masing di Kementerian ESDM? Padahal cenderung sangat berbeda,” kata Maman.

teks alternatif

Maman mengatakan kondisi tersebut membuat direksi BUMN memiliki budaya kerja asalkan bahagia (ABS). Misalnya dengan mengikuti perintah Kementerian BUMN terlepas dari layak atau tidaknya. Hal itu terjadi karena direksi BUMN takut dicopot dari jabatannya.

“Mereka akan lebih memilih untuk baik-baik saja dengan Kementerian BUMN terlepas dari benar atau salah. Kecenderungannya mereka hanya mengikuti saja yang penting posisinya tidak tergantikan,” kata Maman.

Untuk itu, Maman mengusulkan agar Kementerian BUMN dijadikan super holding di bawah kementerian teknis. Tugas pokok dan fungsi super holding hanya sebatas koordinasi, konsolidasi, dan sinergi antar BUMN.

“Ke depan direksi BUMN bisa bekerja dengan tenang tanpa khawatir dualisme dua kementerian dan membangun profesionalisme serta berorientasi pada kinerja perusahaan,” kata Maman, dikutip dari Tempo.co.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo kecewa dengan BUMN yang seolah tidak berani bersaing dan bersaing. Bahkan, dia berharap BUMN bisa maju lebih pesat di era kemajuan teknologi ini.

Dia juga tidak ingin Menteri BUMN Erick Thohir memberikan bantuan penyertaan modal negara (PMN) kepada perusahaan BUMN yang sakit.

“Kalau menteri (BUMN) ‘Pak, ada perusahaan seperti ini, syaratnya BUMN’, kalau saya langsung tutup saja,” kata Jokowi.

Di tengah kritikan Presiden Jokowi, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan kinerja seluruh BUMN pada Semester I/2021 jauh lebih baik dibandingkan Semester I/2020. Hal itu ditunjukkan dengan peningkatan laba bersih pada Semester I/2021 yang mencapai 356 persen dibandingkan Semester I/2020.

Erick berpendapat, kinerja keuangan keseluruhan portofolio seluruh BUMN meningkat signifikan pada semester I 2021 jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Kinerja Semester I/2021 meningkat 356 persen dibandingkan Semester I/2020. Bahkan lebih besar dari kinerja 2020,” kata Erick Thohir.

Penulis: Tio

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: