Lanjutkan Pembangunan Berkelanjutan, Prabowo-Jokowi Didorong Maju di Pilpres 2024

  • Bagikan
Lanjutkan Pembangunan Berkelanjutan Prabowo Jokowi Didorong Maju di Pilpres 2024

Akses Disini, Jakarta — Kemesraan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjadi spekulasi hingga pemilihan presiden 2024 mendatang. Hal ini karena keduanya dikatakan memiliki visi dan misi pembangunan yang sama.

Untuk melanjutkan kiprah dan pembangunan nasional menuju Indonesia maju, Prabowo Subianto dan Jokowi juga didorong untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2024.

“Kami dari Sekretariat Bersama (SEKBER) Prabowo-Jokowi mendorong Pak Prabowo Subianto, Capres dan Pak Joko Widodo, Capres,” kata Ketua Koordinator SEKBER Prabowo-Jokowi, G Gisel di sela-sela acara Prabowo-Jokowi. Deklarasi di Jakarta Utara, Sabtu (15/1/2022).

Lanjutkan Pembangunan Berkelanjutan, Prabowo-Jokowi Didorong Maju di Pilpres 2024 1


teks alternatif

Gisel mengatakan, pada periode kedua kepemimpinan Presiden Jokowi setelah dilantik pada 20 Oktober 2019, Indonesia setidaknya menunjukkan kemajuan. Melalui pembentukan Kabinet Indonesia Maju II, para menteri pada periode kedua ini dikatakan telah berusaha memberikan kinerja terbaik bagi rakyat Indonesia.

“Dengan memberikan posisi kepada partai pendukung dan juga lawan politik, Prabowo Subianto dari Partai Gerindra selaku Menteri Pertahanan Republik Indonesia. Tentunya ini merupakan langkah taktis, strategis dan keputusan besar yang diambil oleh Presiden Jokowi untuk melakukan konsolidasi. kekuatan dan stabilitas politik nasional, baik di lingkungan pemerintahan maupun di parlemen,” kata Gisel.

Namun, Gisel mengakui periode Kabinet Indonesia Maju Jilid II berada dalam posisi yang sulit dan penuh tantangan. Dampak krisis global dan pandemi Corona telah berdampak buruk pada semua aspek kehidupan, terutama ekonomi dan kesehatan.

Artinya, periode ini sulit bagi pemerintah untuk membalikkan keadaan, sehingga Indonesia mampu menjadi negara maju. Tidak hanya Indonesia, semua negara berjuang untuk menyelamatkan diri dari tekanan ekonomi yang luar biasa,” katanya.

“Dari sisi permintaan, suplai dan produksi terkendala oleh virus. Kondisi ini memerlukan respon cepat dan tepat dari pemerintah. Baik di bidang kesehatan, maupun di bidang ekonomi. Agar Indonesia tidak jatuh ke dalam resesi. Untungnya, sampai saat ini Indonesia belum jatuh ke dalam resesi. Sementara itu, banyak negara yang mengalami resesi, termasuk negara tetangga Singapura,” kata Gisel.

Dalam percepatan penanaman modal, pemerintah fokus mengevaluasi pelaksanaan perizinan berusaha dan pemberian fasilitas penanaman modal yang dilakukan dan diberikan oleh kementerian dan lembaga (K/L).

“Dari hasil evaluasi, lahirlah UU Cipta Kerja atau UU Cipta Kerja. UU ini dinilai pemerintah bisa melakukan reformasi ekonomi. Ini karena regulasi saat ini terkait bisnis dan investasi terlalu rumit. , aturan untuk mempermudah investasi perlu diatur kembali dengan tidak mempersulit, tetapi mempermudah,” katanya.

Gisel mengatakan, di bidang infrastruktur, pemerintah memastikan pembangunan infrastruktur dan jaringan transportasi di berbagai wilayah di Indonesia tidak berhenti meski penyebaran Covid-19 tidak dapat dikendalikan.

Kemudian, lanjutnya, yang tidak kalah pentingnya adalah agenda pemindahan status Ibu Kota Negara (IKN) dari DKI Jakarta ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang rencananya akan dimulai pada semester pertama tahun 2024.

Atas dasar kesadaran tersebut, kami dari Sekretariat Bersama Prabowo-Jokowi (SEKBER) mendorong Bapak Prabowo Subianto, Calon Presiden dan Bapak Joko Widodo, Calon Wakil Presiden, sebagai bagian dari Kebinet Maju Indonesia Jilid II untuk mencalonkan diri di Pilkada 2024,” pungkasnya.

Editor: Alfian Risfil A

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan