Kunjungi Institut Teknologi Kalimantan, Mendikbud akan Evaluasi PT

oleh -0 views

AKSES DISINI – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Timur dengan mengunjungi Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Dalam kesempatan itu, kata dia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengevaluasi seluruh perguruan tinggi (PT) baik negeri maupun swasta di Indonesia berdasarkan delapan Indikator Kinerja Utama (IKU).

Nadiem mengatakan, perguruan tinggi yang berhasil meningkatkan IKU atau mencapai target akan diberikan bonus dana, padahal sebelumnya perguruan tinggi hanya mendapat dana alokasi dasar dan / atau dana penegasan.

Harapan saya ke perguruan tinggi adalah pemenuhan target delapan IKU. Oleh karena itu, kita harus memikirkan perubahan mendasar yang berpihak pada mahasiswa, kata Mendikbud di ITK Balikapapan, Rabu (7/4/2021). ).

Kepada rektor, dosen, dan mahasiswa ITK, Mendikbud menyampaikan delapan IKU yang menjadi landasan transformasi perguruan tinggi. Pertama, lulusan mendapatkan pekerjaan layak dengan penghasilan di atas upah minimum regional, menjadi wirausaha, atau melanjutkan studi.

Baca juga:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Mengatakan 50 Persen Siswa Tidak Memiliki Telepon Seluler untuk Pembelajaran Online

“Bisakah lulusan bekerja atau berwirausaha? Berapa banyak lulusan telah mendapatkan pekerjaan? Jika Anda meninggalkan universitas, Anda akhirnya mendapatkan pekerjaan yang setara dengan lulusan sekolah menengah. Artinya tidak berhasil, ”kata Mendikbud.

Kemudian indikator kedua yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk perguruan tinggi adalah mahasiswa memperoleh pengalaman di luar kampus. Kegiatan dapat berupa magang, proyek desa, pengajaran, penelitian, kewirausahaan, dan pertukaran pelajar.

“Yang saya inginkan mendidik mahasiswa tidak hanya dilakukan oleh perguruan tinggi tetapi juga oleh berbagai organisasi. Program magang bersertifikat satu semester dengan terobosan Kampus Merdeka adalah kuncinya,” kata Mendikbud.

Indikator ketiga, lanjut Mendikbud, indikator ketiga adalah dosen memiliki aktivitas di luar kampus dengan mencari pengalaman industri atau aktivitas di kampus lain; dan empat praktisi mengajar di kampus atau merekrut dosen dengan pengalaman industri.

IKU kelima merupakan karya dosen (hasil penelitian dan pengabdian masyarakat) yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan mendapat pengakuan internasional.

Baca juga:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Menjelaskan Bagaimana Sekolah Menerapkan Praktik Baik PTM Terbatas

“Berapa banyak penelitian yang telah menghasilkan karya nyata, inovasi, kebijakan atau publikasi berstandar internasional dalam bentuk penelitian terapan. Apakah penelitian tersebut bermanfaat? Apakah dijadikan acuan? Apakah dijadikan produk atau tidak?” kata Mendikbud menjelaskan konteks indikator yang dimaksud.