Komnas HAM Sebut Polri Baru Jalankan 1 dari 4 Rekomendasi Kasus Laskar FPI

oleh -0 views

AKSES DISINIKomisioner Komnas HAM Chairul Anam mengatakan Kapolri baru melaksanakan satu dari empat rekomendasi terkait kasus kematian enam anggota FPI Laskar di tol Jakarta-Cikampek KM50.

Hal itu disampaikan Anam dalam rapat antara FPI Laskar dan Komisi III DPR RI.

“Dari empat rekomendasi yang terlihat baru satu, yang tiga belum,” kata Anam, Selasa (6/4/2021).

Anam menjelaskan, rekomendasi yang belum dilaksanakan Polri terkait dengan proses dan perkara.

Baca juga:
Polisi Mau Berikan Hal yang Baik, Komnas HAM: Media Dikendalikan Kode Etik

“Ada dua rekomendasi terkait perkara, satu terkait proses, keduanya terkait senjata api. Dilanjutkan dengan mobil dan terkait proses pertanggungjawaban, proses pertanggungjawaban beberapa kali kami ucapkan mohon agar manajemen penegak hukum dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga proses publiknya lebih baik, terakhir kami komunikasikan dengan Dirpidum Bareskrim yang menanganinya, ”kata Anam.

Oleh karena itu, Anam mendesak agar seluruh rekomendasi Komnas HAM dilaksanakan sepenuhnya oleh Polri.

“Itu yang pertama, meski kita ingatkan masyarakat sudah menunggu karena terlalu lama, karena barang bukti diminta Bareskrim sudah kami sediakan lebih dari 30 hari. Kami terus desak prosesnya untuk lanjutkan dengan baik, “kata Anam.

Minta Rekomendasi Komnas HAM Didampingi

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mendapat laporan hasil penyidikan tewasnya anggota pasukan Front Pembela Islam (FPI) dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Baca juga:
ST Kapolri Dimaksudkan Internal, Pengaruhnya Meluas Terhadap Karya Jurnalistik

Kehadiran Komnas HAM menyampaikan kepada Presiden tewasnya enam laskar pengawal Muhammad Rizieq Shihab pada 7 Desember 2020, kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD saat jumpa pers di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Bidang Politik dan Keamanan, Jakarta (14/1/2021).

Menurutnya, sejak awal pemerintah tidak membentuk tim pencari fakta bersama (TGPF) sendiri, melainkan menyerahkannya kepada Komnas HAM, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Dari awal kami sampaikan tolong selidiki Komnas HAM, kami tidak akan campur tangan. Komnas HAM sudah bekerja penuh dan hasilnya sudah diumumkan pada Jumat (8/1) kepada publik,” kata Mahfud didampingi komisioner Komnas HAM.

Presiden Jokowi, kata dia, langsung menerima naskah berita acara pemeriksaan beserta segala rekomendasinya.

Presiden Jokowi meminta agar semua rekomendasi dari Komnas HAM ditindaklanjuti dan dikawal.

“Jadi ini kesimpulannya setelah Presiden bertemu dengan Komisioner Komnas HAM untuk mengundang saya bicara, yang isinya berharap agar semua rekomendasi Komnas HAM dikawal dan ditindaklanjuti. Tidak ada yang harus disembunyikan,” kata Mahfud.

Terkait indikasi pembunuhan di luar hukum di dalam mobil tersebut, kata dia, akan diungkapkan melalui pengadilan mengapa hal itu bisa terjadi.

Sementara itu, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan, pihaknya menyampaikan berita acara pemeriksaan tadi pagi pada pukul 10.00 WIB.

“Alhamdulillah, pada pukul 10 pagi, tujuh dari kami, seluruh komisaris, diterima Presiden untuk menyampaikan laporan lengkap 106 halaman lebih dengan dokumen tambahan, termasuk alat bukti yang melengkapi laporan kami,” kata Damanik.

Sebelumnya, Komnas HAM menyatakan adanya pelanggaran HAM yang dilakukan aparat kepolisian dalam pembunuhan empat pasukan Front Pembela Islam (FPI).

Sementara itu, atas tewasnya dua anggota laskar FPI lainnya, Komnas HAM tidak menyebut hal tersebut sebagai pelanggaran HAM.

)();
window._fbq = window._fbq || [];
window._fbq.push([‘track’, ‘6034302946714’, ‘value’:’0.00′,’currency’:’USD’]);