Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lanjutkan Kasus Suap Azis Syamsuddin

  • Bagikan
KPK Segera Sidangkan Kasus Suap Azis Syamsuddin

Akses Disini, Jakarta — Tim jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas perkara terdakwa Azis Syamsuddin ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dengan demikian, mantan Wakil Ketua DPR itu akan menjalani sidang dugaan suap dalam waktu dekat.

“Jaksa KPK Yoga Pratomo kemarin telah menyerahkan berkas perkara terdakwa Azis Syamsuddin ke Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” kata Plt. Juru Bicara Penegakan KPK, Ali Fikri, Selasa (30/11/2021).

Juru bicara yang berlatar belakang kejaksaan itu mengatakan, penahanan Azis kini berada dalam wilayah hukum pengadilan. Tim jaksa, lanjut Ali, masih menunggu penunjukan majelis hakim yang akan memimpin persidangan dan tanggal persidangan dengan agenda awal pembacaan dakwaan.


teks alternatif

Dalam perkara itu, Azis dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP yang mengatur ancaman pidana penjara 5 tahun. .

Azis ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena diduga menyuap mantan penyidik ​​KPK dari Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju, sekitar Rp. 3,1 miliar dari komitmen awal sebesar Rp. 4 miliar.

Sementara itu, Robin pertama kali diadili di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Saat ini, proses persidangan sudah sampai pada tahap pemeriksaan terhadap terdakwa. Robin segera didakwa.

Dalam persidangan Robin, Azis disebut-sebut meminta biaya delapan persen terkait penatausahaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2017.

Hal itu disampaikan mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa saat menjadi saksi dalam persidangan kasus dugaan suap dengan terdakwa Robin dan pengacara Maskur Husain, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (11/1/2021).

Penyerahan biaya ini dilakukan saat Mustafa berkunjung ke rumah Azis di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Mustafa bisa bertemu Azis berkat bantuan mantan Ketua DPRD Lampung Tengah Ahmad Junaedi yang merupakan kader Partai Golkar.

“Saat itu Pak Azis diminta menyiapkan lamarannya,” kata Mustafa yang memberikan kesaksian virtual.

“Apakah ada pembicaraan persentase atau nominal sekitar 8 persen?” tanya jaksa KPK Wahyu Dwi Oktafianto.

“Ya, saat itu memang ada pembicaraan seperti itu. Tapi, saya bilang ke Pak Azis, nanti kakak Taufik [Taufik Rahman, eks Kadis Bina Marga Lampung Tengah] itu hanya masalah teknis, saya tidak tahu tentang hal-hal teknis, “jawab Mustafa.

Editor: Alfian Risfil A

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan