KIA, Program Nasional dari Surakarta yang Dikembangkan Sebagai Tabungan Masa Depan – AKSES DISINI

oleh -6 views

BERITA ANALIS, SURAKARTA – Tidak banyak yang tahu bahwa “cikal bakal” Kartu Tanda Anak (KIA) berasal dari kota Surakarta. Awalnya program ini bernama Kartu Insentif Anak, kemudian direplikasi secara nasional dan berganti nama menjadi Kartu Identitas Anak.

Minimnya kesadaran masyarakat untuk mendaftarkan kelahiran anaknya dalam bentuk akta kelahiran membuat Pemerintah Kota Surakarta melakukan inovasi. Kartu Insentif Anak (KIA), sebuah ide yang dikembangkan pada tahun 2009 untuk memotivasi masyarakat untuk membuat akta kelahiran bagi anak-anaknya.

Hal ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa jumlah akta kelahiran yang diproses oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Surakarta masih jauh dari jumlah bayi yang lahir karena orang tua hanya melapor ke kelurahan atau dinas kesehatan setempat. “KIA hadir sebagai pelengkap akta kelahiran. Dengan KIA ini, kini cakupan akta kelahiran di wilayah Kota Surakarta sudah meningkat menjadi 99 persen,” kata Kepala Kantor Dukcapil Surakarta Yohanes Pramono, saat ditemui Tim Humas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. (PANRB) beberapa waktu lalu.

KIA adalah kartu diskon untuk pembelian barang atau jasa. Untuk memiliki kartu ini, syaratnya anak harus memiliki akta kelahiran. Adanya insentif berupa potongan harga akan memotivasi keluarga anak yang belum memiliki akta kelahiran untuk dapat segera membuatkan akta kelahiran anaknya.

John mengakui, sebelum adanya KIA, memiliki akta kelahiran bagi bayi baru lahir memang tidak menggembirakan. Namun, setelah dikeluarkannya KIA, ternyata banyak anak yang ingin memiliki kartu ini. Program KIA berhasil mengentaskan berbagai faktor yang sebelumnya membuat masyarakat malas mengurus administrasi kependudukan untuk anak.

Hingga 2019, cakupan kepemilikan akta kelahiran anak meningkat signifikan menjadi 163.521 anak atau setara 99,49 persen. Dengan mensyaratkan akta kelahiran untuk mendapatkan KIA, kartu ini pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan jumlah kepemilikan akta kelahiran di kota berjuluk ‘Semangat Jawa’ itu.

Pada tahun 2016, Kementerian Dalam Negeri mengangkat inovasi ini sebagai program nasional melalui Permen Dagri No. 2/2016 tentang Kartu Tanda Penduduk. Dengan dikeluarkannya kebijakan ini, KIA menjadi program yang harus direplikasi di seluruh Indonesia. Meski sudah direplikasi secara nasional, di wilayah Solo, KIA masih berlaku sebagai kartu diskon.

Hampir mirip dengan KTP, KIA dilengkapi dengan nomor kartu keluarga, nama kepala keluarga, dan nomor akta kelahiran. Tidak hanya berperan sebagai kartu identitas, KIA juga memberikan insentif berupa potongan harga yang diberikan secara tunai saat melakukan pembelian barang atau jasa. “Kami menggandeng sekitar 74 mitra baik pemerintah maupun swasta di bidang seni, kuliner, fashion, dan olahraga,” ujarnya.

Selain itu, KIA juga digunakan sebagai persyaratan untuk mendaftar sekolah, BPJS, mengurus perbankan, mengurus keimigrasian, dan untuk klaim asuransi. KIA juga dapat digunakan sebagai upaya pencegahan perdagangan anak.

Samadi, warga Banyuanyar, Surakarta, sudah merasakan beberapa manfaat dari program KIA ini. Selain melengkapi syarat pendaftaran sekolah bagi anaknya, KIA juga membuat mereka mengetahui golongan darah sang anak. “KIA membuat pendataan lebih baik, dimulai sejak dini. Bahkan ada data tentang golongan darah anak-anak itu,” katanya.

Dikatakannya, mengurus KIA di Dinas Dukcapil tidak memakan waktu lama. Syarat yang diberikan dalam pengurusannya juga mudah, yaitu akta kelahiran, kartu keluarga, dan KTP kedua orang tua atau wali. Untuk anak di bawah lima tahun, tidak perlu menyertakan foto. Sedangkan untuk anak usia di atas 5 tahun, wajib menyertakan pas foto ukuran 2×3.

Pada tahun 2018, program ini dikembangkan menjadi SILA KIA yaitu Tabungan Pelajar Kartu Tanda Mahasiswa. Program ini memungkinkan anak KIA memiliki rekening tabungan atas nama sendiri. Dalam pelaksanaannya, Dinas Dukcapil Kota Surakarta bekerjasama dengan BNI46 untuk merealisasikan program tersebut.

SILA KIA memberikan potongan harga bagi pemegang KIA yang bertransaksi di mitra Dukcapil, tidak lagi diberikan dalam bentuk tunai, melainkan dalam bentuk tabungan. Program ini juga merupakan sarana bagi anak-anak untuk belajar menabung dan menggunakannya untuk kepentingan anak-anak mereka di masa depan.

Tabungan tersebut hanya dapat diambil ketika yang bersangkutan berusia 17 tahun sehingga manfaat potongan tersebut dapat langsung dirasakan oleh anak nantinya. (memiliki)