Kementan Jamin Stok Pupuk Bersubsidi di Majalengka Aman

oleh -0 views

AKSES DISINIKementerian Pertanian menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi di Majalengka, Jawa Barat. Stok pupuk urea dijamin aman, mencapai 36.590 ton. Begitu pula dengan pupuk jenis SP 36 yang mencapai 5.806 ton, dan jenis ZA 11.583 ton.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan, pihaknya menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi yang mencukupi bagi petani. Kementerian Pertanian terus memastikan pasokan pupuk bersubsidi kepada petani tidak menjadi masalah.

“Keberadaan pupuk sangat penting. Oleh karena itu, kami terus memantau ketersediaan pupuk. Agar kebutuhan petani tercukupi, terutama bagi yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi,” kata Syahrul, Selasa (6/4/2021). .

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy mengatakan, pupuk bersubsidi dialokasikan untuk petani yang memenuhi syarat. Kriteria petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi antara lain menjadi anggota Kelompok Tani, terdaftar di RDKK, dan memiliki luas lahan kurang dari 2 ha.

Baca juga:
Kementerian Pertanian Usulkan 3 Skema Penyaluran Pupuk Bersubsidi ke DPR, Ini Detailnya

“Kita ingatkan alokasi pupuk bersubsidi harus diawasi agar tepat sasaran, dan jatah pupuk hanya untuk kelompok tani sesuai RDKK. Bagi yang tidak memenuhi kriteria silahkan gunakan pupuk non subsidi. , “kata Sarwo.

Sarwo Edhy menjelaskan, kebijakan e-RDKK adalah memperketat penyaluran pupuk bersubsidi. Agar tidak disalahgunakan dan mencegah duplikasi penerima pupuk. Selain itu, untuk mendapatkan pupuk bersubsidi ini, petani diwajibkan memiliki kartu usahatani yang terintegrasi dalam e-RDKK.

“Tani Card berisi kuota sesuai dengan kebutuhan petani. Besaran kuota ini tergantung luas lahan yang dimiliki masing-masing petani. Tujuannya agar tepat sasaran,” jelas Sarwo Edhy.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka Iman Firmansyah mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengantisipasi kekurangan pupuk bersubsidi seperti pada masa tanam pertama yang diakibatkan oleh pengecer yang curang.

“Kalau ada yang seperti itu, segera lapor ke kami, kami akan dukung para petani yang bersiap memasuki musim tanam kedua pada 2021,” kata Iman.

Baca juga:
Menjadi Ujung Tombak Pertanian, Menteri Pertanian Minta Penyuluh Mendampingi Petani

Lebih lanjut Iman menjelaskan, pupuk bersubsidi nantinya bisa dibeli petani di pengecer yang sudah ditentukan pemerintah. Setiap pengecer akan memiliki stok 2 ton untuk setiap jenis pupuk.

“Penjualan juga harus ke petani yang terdaftar di Rencana Kebutuhan Kelompok Tani Definitif atau RDKK. Pengecer selalu dikirim oleh distributor. Supaya tidak ada kekurangan,” pungkasnya.