Kemendikbud, Ristek Dorong Seluruh Ekosistem Pendidikan Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

  • Bagikan
Kemendikbud Ristek Dorong Seluruh Ekosistem Pendidikan Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Akses Disini, Jakarta — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) bersama BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) menggelar Sosialisasi Implementasi Inpres nomor 2 Tahun 2021, Selasa (11/1/2022).

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini merupakan tindak lanjut dari diterbitkannya Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 8 Tahun 2021 tentang Peningkatan Kepatuhan dan Kepesertaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Di Bidang Formal dan Satuan Pendidikan Non Formal.

Sosialisasi ini dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Suharti dan Sekretaris Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Yohanes Baptista Satya Sananugraha, dan dihadiri oleh seluruh Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kota/Kabupaten dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Suharti mengatakan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ristek telah mengeluarkan beberapa kebijakan strategis di bawah payung kebijakan pembelajaran mandiri. Kesemuanya ditujukan untuk mencapai visi yang telah ditetapkan oleh Presiden, yaitu terwujudnya Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong.


teks alternatif

“Salah satu kebijakan yang diambil adalah meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan. Bicara soal kualitas, tentu ada proteksi di dalamnya. Karena kami ingin memastikan semua pendidik dan tenaga kependidikan juga terlindungi dari risiko pekerjaan dan sebagainya,” jelas Suharti.

Ia juga menegaskan, dengan adanya Inpres tersebut, tentunya semua yang ada di ekosistem pendidikan harus mengikuti arahan Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, Direktur Kepesertaan BPJAMSOSTEK Zainudin yang juga hadir pada kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang telah berkomitmen untuk mewujudkan jaminan sosial ketenagakerjaan yang universal, sesuai dengan amanat Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021.

“Kami juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, di bawah kepemimpinan menteri dan sekretaris jenderal, yang telah membuat berbagai kebijakan untuk memastikan hadirnya perlindungan Jamsostek. Pemerintah daerah juga luar biasa dalam melaksanakan Inpres ini.Kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi, satuan pendidikan, sekolah yayasan dan sebagainya, mari kita laksanakan Inpres dan surat edaran ini, agar seluruh pekerja di ekosistem pendidikan terlindungi oleh jaminan sosial ketenagakerjaan. keamanan,” kata Zainudin.

Menurut data BPJAMSOSTEK, hingga saat ini terdapat 882 ribu tenaga kerja di ekosistem pendidikan yang telah terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK, jumlah tersebut baru mencapai 36 persen dari total 2,5 juta tenaga kerja.

Pada kesempatan yang sama, BPJAMSOSTEK juga menyerahkan santunan kepada 2 orang ahli waris dari tenaga pengajar yang meninggal tersebut. Masing-masing ahli waris mendapatkan santunan sebesar Rp184 juta dan Rp216 juta yang terdiri dari Jaminan Kematian (JKm), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Beasiswa untuk 2 orang anak.

“Semoga hari ini menjadi momentum kita untuk membebaskan pendidik, tenaga penunjang, guru, dosen dan semuanya, melalui jaminan sosial ketenagakerjaan,” tutup Zainudin.

Secara terpisah, Kepala Cabang Surabaya Tanjung Perak Dhyah Swasti Kusumawardhani menyambut baik kebijakan strategis di bawah payung kebijakan pembelajaran mandiri yang mencakup perlindungan terhadap seluruh pendidik dan tenaga kependidikan.

Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu sektor yang juga menjadi salah satu perhatian BPJAMSOSTEK. Hal ini dibuktikan dengan salah satu manfaat program BPJASMSOSTEK berupa beasiswa bagi ahli waris yang terdaftar dalam program BPJAMSOSTEK, sehingga perlindungan bagi pendidik juga sejalan dengan apa yang telah dilakukan oleh BPJAMSOSTEK.

“Tentu kami hadir sebagai pelaksana untuk mendukung penuh upaya perlindungan terhadap tenaga pendidik di lingkungan Kemendiknas dan akan ditindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan seluruh Dinas Pendidikan dan Instansi Pendidikan khususnya yang berada di wilayah kerja Cabang Tanjung Perak Surabaya. kantor, jadi kami berharap ke depan berdampak pada jaminan perlindungan, khususnya di wilayah Aceh Barat dan Selatan bagi tenaga pendidik,” imbuhnya.

Editor: Alfian Risfil A

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan