Kejagung Bentuk Tim JPU terkait Cuitan ‘Allahmu Lemah’ Ferdinand

  • Bagikan
Kejagung Bentuk Tim JPU terkait Cuitan Allahmu Lemah Ferdinand

Akses Disini, Jakarta — Kejaksaan Agung (Kejagung) yang akan menangani dugaan dugaan kebencian SARA dengan tersangka Ferdinand Hutahaean.

Tim Jaksa dibentuk setelah persiapan telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus-kasus tersebut dari Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

“Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung telah menerbitkan Surat Perintah Penunjukan Jaksa Penuntut Umum Untuk Mengikuti Perkembangan Penyidikan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak kepada wartawan, Rabu (12/1/2022).

Leonard menjelaskan bahwa SPDP itu terkait dugaan kejahatan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa atau permusuhan tertentu individu dan kelompok berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).


teks alternatif

Tim jaksa penuntut yang kemudian akan dibentuk untuk menyelidiki perkara yang ditangani polisi hingga dinyatakan lengkap untuk melimpahkan kejaksaan.

Kemudian, merujuk pada SPDP, kasus-kasus juga berkaitan dengan siaran atau pemberitahuan dari masyarakat yang dianggap sebagai keonaran melalui media sosial.

Selain itu SPDP, Bareskrim juga telah menyerahkan Surat Penetapan Tersangka pada Selasa (11/1/2022).

“Adapun isi cuitan yang diposting oleh Tersangka yaitu ‘Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, DIA lah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela’,” jelasnya. Cuitan itu telah dihapus setelah Ferdinand dari akun media sosialnya ramai dipersoalkan publik.

Dalam perkara ini, Ferdinand dijerar Pasal 45A Ayat (2) jo Pasal 28 Ayat (2) UU ITE dan/atau Pasal 14 Ayat (1) dan (2) KUHP dan/atau Pasal 156a KUHP.

Sebagai informasi, kasus ini dilaporkan oleh Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada Rabu (5/1). Pengusutan itu dilakukan secara cepat. Bareskrim langsung memeriksa saksi hingga dua hari kemudian menjadi penyelidikan.

Sebelum pemeriksaan menjalani, Ferdinand menegaskan bahwa cuitan tersebut dibuat untuk dirinya sendiri. Ia tidak bermaksud salah satu pihak melalui unggahan itu.

Menurutnya, unggahan itu dibuat saat dirinya menderita penyakit saraf kelistrikan. Ia pun saat ini telah ditahan oleh Mabes Polri.

Editor: Alfian Risfil A

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan