Kasus Stunting Jadi Humas Besar Pemerintah Kabupaten Tangerang

  • Bagikan
Kasus Stunting Jadi PR Besar Pemkab Tangerang 

AKSES DISINI.com– Kasus stunting di Kabupaten Tangerang masih menjadi masalah besar. Kasus gizi buruk kronis pada anak di bawah 5 tahun (balita) harus terus ditekan agar jumlahnya terus menurun.

Kasus stunting Kabupaten Tangerang pada tahun 2021 hanya turun 1 persen menjadi 7,06 persen dibandingkan tahun 2020 dengan persentase 8,05 persen. Demikian disampaikan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang berdasarkan hasil pengukuran melalui aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat pada Kamis 13 Januari 2022.

Meski turun dari tahun sebelumnya, data menunjukkan bahwa hingga saat ini masih ada pekerjaan rumah atau PR besar yang harus diselesaikan, yaitu mengurangi kasus stunting hingga nol persen. Oleh karena itu, Bappeda Kabupaten Tangerang mengajak seluruh pemangku kepentingan atau stakeholders untuk memperjuangkan angka kasus stunting di angka nol persen.

“Seluruh pemangku kepentingan terkait di bawah Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama seluruh masyarakat masih harus berjuang untuk menekan angka ini agar nantinya tidak ada kasus stunting,” kata Sekretaris Bappeda Kabupaten Tangerang, Efi Indarti dalam rapat tinjauan kinerja di Balai Kota Tangerang. pelaksanaan Aksi Konvergensi Percepatan Pencegahan dan Pengurangan Stunting, di Hotel Lemo. , Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Kamis ini.

Bappeda meninjau kinerja aksi konvergensi stunting di Kabupaten Tangerang. Hasil evaluasi ini menjadi acuan untuk peningkatan penanganan kasus stunting pada tahun 2022 dan juga sebagai bahan perencanaan di tahun 2023 yang akan datang.

Sementara itu, Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Tangerang, Sri Indri Astuti menambahkan, kajian kinerja stunting tahunan Kabupaten Tangerang 2022 dapat mengevaluasi program dan kegiatan sesuai dengan tupoksi masing-masing sehingga menghasilkan program kerja yang strategis di bidangnya. penanganan stunting.

“Sekaligus mengetahui bagaimana capaian pelayanan penurunan stunting. Dimana ada 20 pelayanan yang harus dilakukan yaitu kita memberikan intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif,” jelasnya.

Indri juga berharap agar perangkat daerah yang terlibat dapat berperan lebih optimal sesuai dengan tugas pokoknya dan kemudian mengambil tindakan yang lebih strategis sesuai dengan permasalahan yang ada, sehingga angka stunting dapat terus menurun secara signifikan.

“Mari kita berjuang bersama, jangan hanya bicara di atas meja. Namun, kita semua harus bertanggung jawab atas tumbuh kembang anak Kabupaten Tangerang yang sehat, untuk kemajuan Kabupaten Tangerang yang lebih sehat,” ujarnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan