Jurnalis TEMPO ‘Disikat’ Polisi saat Liput Kasus Pajak, LPSK Pasang Badan

oleh -0 views

AKSES DISINI – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah memutuskan untuk memberikan perlindungan kepada Nurhadi, jurnalis TEMPO yang menjadi korban penganiayaan di Surabaya, Jawa Timur.

Keputusan melindungi jurnalis yang menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan sejumlah aparat, ditetapkan melalui Sidang Pengadilan Pimpinan LPSK pada Senin (5/4/2021) kemarin.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa, mengungkapkan, korban yang kemudian dilindungi LPSK diputuskan mendapat perlindungan fisik dan pemenuhan hak prosedural dengan beberapa pertimbangan.

Ia menjelaskan, pertama, kasus ini menarik perhatian publik. Kedua, kasus ini terkait dengan profesi korban sebagai jurnalis yang mengalami tindakan penganiayaan saat menjalankan tugas jurnalistik.

Baca juga:
Mantan Polda Jatim Diduga Terlibat Kasus Penganiayaan Jurnalis Tempo?

Ketiga, adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam kasus penganiayaan. Selain itu, ada potensi ancaman terhadap saksi dan korban. Selain korban, LPSK juga memberikan perlindungan kepada saksi, kata Edwin.

Menurut Edwin, dengan memberikan perlindungan bagi korban dan saksi dalam kasus tersebut, LPSK berharap aparat penegak hukum dalam hal ini Polda Jatim bisa bekerja maksimal untuk mengusut tuntas kasus ini.

Selain itu, kata Edwin, Polda Jatim yang juga mitra LPSK diharapkan dapat memprioritaskan hak korban. Salah satu hak saksi dan korban, tidak dapat dituntut secara hukum, baik pidana maupun perdata, atas kesaksian dan / atau laporan yang akan, sedang, atau telah diberikan.

“Kami berpesan kepada saksi dan pihak terkait untuk terus konsisten mengawal penegakan hukum terhadap kasus kekerasan yang dialami wartawan TEMPO,” kata Edwin.

Edwin juga mengingatkan siapa saja atau pihak tertentu yang memaksakan kehendak dengan menggunakan kekerasan atau cara-cara tertentu yang menyebabkan saksi dan / atau korban tidak mendapat perlindungan, atau menghalangi saksi dan / atau korban untuk mendapat perlindungan atau bantuan, dapat dipidana penjara sebagaimana diatur dalam pasal. 37 dan 38 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.

Baca juga:
Koalisi Kebebasan Pers Gelar Aksi Solidaritas Wartawan Tempo Nurhadi

Sebelumnya, LPSK melakukan upaya proaktif untuk mendukung upaya penyelesaian kasus penganiayaan terhadap Nurhadi, jurnalis TEMPO di Surabaya. Pada 30 Maret 2021, tim peninjau LPSK yang dipimpin Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mendatangi wartawan TEMPO yang diduga dianiaya oleh para pelaku, salah satunya aparat keamanan.