Jumlah Tes Turun, F-PKS Minta Masyarakat Jangan ‘Tertipu’ Data Kasus Covid Pemerintah

  • Bagikan
Jumlah Testing Turun, F-PKS Minta Publik Tak ‘Terkecoh’ Data Kasus Covid Pemerintah

Akses Disini, Jakarta — Fraksi PKS DPR RI dikejutkan dengan penurunan jumlah tes Covid-19 di Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Bukhori Yusuf meminta masyarakat tidak terkecoh dengan data kasus Covid-19 yang disajikan pemerintah.

Menurutnya, penurunan kasus Covid-19 yang terjadi di tengah penurunan jumlah tes tersebut terbilang ganjil.

“Perlu dicermati, meskipun kasus yang dilaporkan setiap hari menurun, tren tingkat kepositifan kita cenderung meningkat. Artinya, tingkat penularan virus tetap tinggi dan berbahaya. Ini yang harus ditekankan secara jujur ​​oleh pemerintah dan masyarakat dan jangan sampai tertipu dengan ketenangan yang semu,” kata Bukhori, Rabu (21/7/2021).

Berangkat dari itu, dia mengingatkan pemerintah bahwa pesan optimisme kepada masyarakat sangat perlu dibangun. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak boleh dilakukan secara arogan dengan model komunikasi publik yang agresif dan arogan.

“Dengan rendah hati kepada Sang Pencipta, yang perlu kita lakukan adalah berdamai dengan Yang Maha Kuasa atas virus tersebut, yaitu Allah SWT. Pasalnya, kita tidak bisa menang jika hanya berkutat pada prokes, PPKM atau vaksinasi saja,” lanjutnya.

Jumlah tes terkait Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan dalam tiga hari terakhir. Jika dihitung secara kumulatif dan dibandingkan tiga hari sebelumnya, jumlah tes Covid-19 turun menjadi 68,73 persen.

Pencapaian pemeriksaan Covid-19 terbaru di Indonesia dihitung dari hasil pemeriksaan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) alias swab test, rapid molecular test (TCM), dan rapid antigen test.

Rinciannya, pada 15 Juli lalu, jumlah warga yang diperiksa mencapai 185.321 orang. Kemudian 16 Juli 179.216 orang, dan 17 Juli 188.551 orang. Selama periode itu, jumlah kasus yang ditemukan juga tinggi, bahkan mencapai rekor pada 15 Juli dengan 56.757 kasus terkonfirmasi COVID-19 dalam sehari.

Sedangkan pada 18 Juli jumlah orang yang diperiksa turun menjadi 138.046 orang, kemudian pada 19 Juli 127.461 orang, dan terakhir pada 20 Juli 114.674 orang. Adapun penurunan jumlah pengujian, jumlah kasus harian Covid-19 juga tampaknya mengalami penurunan.

Pada 18 Juli, pemerintah mengumumkan jumlah kasus harian turun menjadi 44.721. Kemudian diikuti penurunan pada 19 Juli yang turun menjadi 34.257 kasus, dan pada 20 Juli terjadi peningkatan kasus meski tidak signifikan yakni 38.325 kasus.

Editor: Alfian Risfil A

  • Bagikan