JPU Ungkap Penyaluran Uang Korupsi – aksesdisini.com

  • Bagikan
Aniaya Pacar Gara-gara Cemburu, Andri Dipenjara Lima Bulan

SERANG – Penyaluran uang perkara dugaan korupsi studi kelayakan (FS) pengadaan tanah untuk unit sekolah baru (USB) SMA/SMK di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten 2018 senilai Rp. 800 juta, ungkap jaksa penuntut umum (JPU). Kejaksaan. Ratusan juta uang dari proyek fiksi tersebut diketahui bisa dinikmati banyak orang.

Hal itu terungkap saat Kejaksaan Negeri Serang Hijriah membacakan dakwaan terhadap mantan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten, Joko Waluyo dan Agus Aprianto, pegawai honorer pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten di Pengadilan Tipikor Serang, Rabu (12/1). “Uang yang diterima dari delapan perusahaan konsultan tersebut sebesar Rp 698.684.600 dan seluruhnya diserahkan kepada terdakwa Agus Aprianto,” kata Hijriah.

Agus Aprianto memberikan hampir Rp700 juta kepada sejumlah orang. Rinciannya, untuk membayar ahlinya Rp60 juta. Ada enam ahli yang menerima masing-masing Rp15 juta. Mereka, Susi Andriyani Rp. 15 juta, Imam Harwapi Rp. 15 juta, Rinta Kasari Fitri Ayuningtyas Rp. 15 juta. “Saksi Okta Rp 15 juta,” kata Hijriah.

Selain keempat orang tersebut, ketua tim ahli bernama Edwin Andriyana juga diberikan Rp 80 juta oleh Agus Aprianto. “Diserahkan kepada saksi Rahmad Syahputra sebesar Rp 110 juta sebagai pembayaran pinjaman untuk melaksanakan pekerjaan itu,” kata Hijriah di hadapan majelis hakim Slamet Widodo.

Uang dari APBD Provinsi Banten juga diberikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten sebagai ucapan terima kasih. Nilainya adalah Rp. 85 juta. “Kemudian Rp85 juta diserahkan ke Dinas Pendidikan (PPK) sebagai ucapan terima kasih. Kebutuhan sewa mobil Rp50 juta kepada Edy. Sedangkan sisanya Rp40 juta diberikan kepada delapan direksi perusahaan masing-masing Rp5 juta,” kata Hijriah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan