Janda dua anak ini mengaku ditawan dan diancam rentenir di Tangerang

  • Bagikan
1642017009 Janda dua anak ini mengaku ditawan dan diancam rentenir di

AKSES DISINI.com-Janda dua anak bernama Sulistyawati, 45, ini mengaku disekap di rumah rentenir di kawasan Ciledug Indah II, Desa Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, karena diduga tidak mampu membayar utangnya.

Kejadian ini bermula saat Sulistyawati meminjam uang dari F, perempuan yang tinggal di Ciledug Indah II. Dia meminjam sekitar Rp. 1 juta dengan jumlah yang akan dikembalikan sebesar Rp. 1,3 juta dalam 10 hari.

“Kalau begitu saya tidak bisa bayar saat jatuh tempo, maka dalam 10 hari ke depan saya harus membayar Rp 1,6 juta,” katanya di Mapolres Metro Kota Tangerang, Rabu 12 Januari 2022.

Saat itu, ia dijemput oleh orang yang diduga sebagai abdi F. Kemudian dia diundang ke rumah F untuk memberikan penjelasan.

“Waktu dijemput saya diajak Ani. Katanya mau pencairan dan saya ikutin, saya enggak tahu diajak ke rumah F dan di situ saya enggak boleh pulang,” jelasnya.

Di rumah F, dia juga mengaku diancam dan dilecehkan jika tidak bisa membayar utangnya.

“Saya diancam akan dibunuh dan dimutilasi. Kemudian saya dikurung di kamar, tidak diberi makan atau minum,” jelasnya.

Kurungan itu terjadi sejak Jumat, 7 Januari 2022, tepatnya pukul 15.00 WIB. Ia baru bisa keluar rumah pada pukul 03.00 WIB, keesokan harinya.

“Saya sudah punya niat baik untuk membayar, saya berikan Rp 500 ribu ke ponsel saya seperti yang dia minta. Tapi tetap saja saya tidak bisa keluar, bahkan teman saya yang kemudian membawa lagi Rp 500 ribu juga tidak diterima,” katanya .

Ia mengaku, saat kejadian itu polisi sudah mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan.

Saat itu, petugas polisi menghadapi perlawanan keras dari keluarga F. Menurut Sulis, ketegangan terus berlanjut.

“Setelah Bareskrim datang, akhirnya saya diperbolehkan keluar,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, Sulis mengaku telah melaporkan hal tersebut ke Polres Metro Tangerang. “Sudah dilaporkan, awalnya ke Polsek tapi diarahkan ke Polres Metro Tangerang,” katanya.

Sementara itu, F mengaku tak ingin banyak bicara soal kejadian ini. “Prosesnya kita ikuti, sedang diurus oleh kuasa hukum saya, nanti terima kasih,” kata F.

Kabag Humas Polres Metro Tangerang Kompol Abdul Rachim mengaku akan memeriksa terlebih dahulu kasus tersebut. “Nanti aja gan. Cek dulu,” tutupnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan