IOM Terapkan 3P untuk Atasi Tindak Pidana Perdagangan Orang

oleh -0 views

AKSES DISINIUntuk menangani Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), International Organization for Migration (IOM) atau organisasi internasional yang bergerak di bidang migrasi menerapkan strategi pencegahan, penuntutan dan perlindungan (3P).

“Cara ini kami lakukan baik di Indonesia maupun global,” kata Project Assistant IOM Eny Rofiatul Ngazizah ditulis Rabu (7/4/2021).

Ia menjelaskan pencegahan IOM yaitu memaksimalkan bagaimana amannya migrasi bagi masyarakat, sehingga apa yang dilakukan, baik di dalam maupun di luar negeri terhindar dari TPPO.

Aspek pencegahan ini mengacu pada sejumlah kasus yang ditemukan oleh IOM dimana banyak korban yang dibujuk oleh pelaku dengan iming-iming gaji besar dan lain sebagainya saat mencari pekerjaan.

Baca juga:
Terlibat Kasus TIP, Warga Asing Irak Ditangkap Bareskrim Polri di Duren Sawit

“Misalnya dijanjikan gaji berupa emas, gaji fantastis dan sebagainya,” ujarnya.

Kemudian, untuk aspek penuntutan, IOM bekerja sama secara intensif dengan aparat penegak hukum mulai dari kepolisian, kejaksaan hingga Mahkamah Agung.

Terakhir, untuk perlindungan yang dilakukan IOM adalah memberikan rehabilitasi kepada korban TPPO termasuk reintegrasi dengan menyediakan tempat penampungan melalui kerjasama lembaga swadaya masyarakat.

Dalam program reintegrasi, IOM tidak hanya mengakomodir tetapi juga memberdayakan korban TPPO untuk mandiri dan kembali ke masyarakat dengan membawa keterampilan tertentu dan tentunya tanpa harus bermigrasi lagi.

Tidak hanya melaksanakan 3P, IOM juga aktif melakukan sosialisasi terkait bagaimana ethical recruitment dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga:
JarNas Anti-TPPO Mendesak Artis CA untuk didakwa dengan UU Perdagangan Orang

Secara umum kasus TPPO selama tahun 2020 tidak hanya meningkat secara nasional tetapi juga terjadi di tingkat global. Dari data yang dihimpun organisasi tersebut, rata-rata korban dieksploitasi sebagai pekerja seks. (Antara)