Ingin Diculik, Gadis di Setu Tangsel kabur dari sepeda motor

  • Bagikan
1642014428 Ingin Diculik Gadis di Setu Tangsel kabur dari sepeda motor

AKSES DISINI.com-Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangerang Selatan menerima pengaduan kasus percobaan penculikan yang terjadi di kawasan Desa Bakti Jaya, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan.

Korbannya adalah seorang gadis berusia 12 tahun. Upaya penculikan tersebut terjadi pada 2 Januari 2022. Kasus ini menjadi salah satu pengaduan yang diterima P2TP2 Kota Tangerang Selatan sejak awal tahun 2022.

“Dari 10 kasus yang kami terima, salah satunya penculikan. Korban berusia 12 tahun sedang bermain sepeda bersama tiga temannya,” kata Kepala P2TP2A Kota Tangerang Selatan, Tri Purwanto saat dikonfirmasi, Rabu 12 Januari 2022.

Terkait kasus penculikan tersebut, kata Tri, awalnya korban tiba-tiba didatangi oleh pelaku yang berpura-pura menanyakan alamat dan meminta korban untuk mengantarkannya.

Namun, saat itu korban menolak, dan pelaku memaksanya. Korban saat itu sempat meminta pelaku menggunakan Google Map namun pelaku mengaku tidak mengerti.

“Kemudian pelaku kembali memaksa korban untuk ikut dan sempat menarik korban dan membujuknya dengan uang Rp 5.000 untuk mengantarkannya,” kata Tri.

Melihat perlakuan tersebut, ketiga teman korban justru menyuruh mereka pergi bersama pelaku dan membebaskannya. Korban kemudian merasa terbujuk dan menuruti permintaan pelaku.

“Korban naik motor bersama pelaku. Saat itu terlihat di CCTV kompleks warga,” imbuhnya.

Dalam perjalanan, lanjut Tri, korban ketakutan dan diancam pelaku dengan pisau. Ancaman tersebut diberikan agar korban tidak menangis di tengah perjalanan.

Hal ini membuat korban semakin ketakutan. Saat digendong pelaku, korban berpikir mencari cara untuk kabur. Saat pelaku menurunkan kecepatan kendaraannya, korban nekat kabur dengan melompat dari sepeda motor.

“Menurut korban, pelaku mengendarai sepeda motor dengan cepat. Kemudian di kawasan Pabuaran pelaku mengendarai sepeda motor dengan pelan dan korban langsung melompat untuk melarikan diri,” katanya.

Korban yang ketakutan langsung lari sambil berteriak minta tolong dari warga sekitar. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berusaha mengejar pelaku, namun tidak tertangkap.

Kemudian korban dibawa warga ke ketua RW Pabuaran. Setelah itu, RW langsung menelepon ibu korban untuk mengabarkan bahwa anaknya telah diculik dan sedang berada di Pabuaran untuk dijemput.

Akibat penculikan tersebut, korban shock hingga tidak berani lagi bermain di luar rumah. “Korban menjadi pendiam dan takut bermain di luar rumah. Bahkan untuk mandi pun pintu selalu terbuka. Keluarga ingin korban diberikan penyuluhan,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Tri dan timnya langsung turun mendampingi korban. Hingga saat ini, bantuan psikologis kepada para korban masih terus berjalan. “Keluarga korban juga sudah mendapatkan pelayanan konsultasi hukum dan untuk tindak lanjut korban diarahkan ke konseling psikologis,” kata Tri.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan