Harian RI Covid-19 Capai 1.054 Kasus, Tertinggi di 2022

  • Bagikan
Covid-19 Harian RI Tembus 1.054 Kasus, Tertinggi Papanjang 2022

Akses Disini, Jakarta — Kasus harian positif Covid-19 di Indonesia hingga Sabtu (15/1/2022) bertambah 1.054 orang, tertinggi sepanjang tahun 2022. Pencapaian ini menunjukkan grafik jumlah Virus Corona yang kembali meningkat.

Alhasil, sejak kasus pertama diumumkan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo pada 2 Maret 2020, total kasus Covid-19 mencapai 4.270.794 kasus.

“Meningkat 1.054, total 4.270.794,” kata data Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Sabtu (15/1/2022).

Lima hari sebelumnya, dalam urutan kronologis terbalik, positif harian mencapai 850, 793, 646, 802 dan 454 kasus.


teks alternatif

Selain itu, penambahan kasus sembuh per hari mencapai 464 orang. Dengan demikian, jumlah warga yang sembuh dari Corona sejauh ini mencapai 4.118.164 orang.

Sementara itu, jumlah korban tewas juga bertambah empat kasus. Akibatnya, jumlah kematian terkait Corona sejauh ini mencapai 144.167 orang.

Gugus Tugas Covid-19 juga mencatat kasus aktif per hari mencapai 8.463 orang setelah bertambah 586 orang, dengan 4.345 tersangka. Sedangkan pemeriksaan spesimen per hari sebanyak 277.856 sampel.

Sejauh ini, jumlah kasus positif Covid-19 kembali menunjukkan peningkatan setelah gelombang kedua Covid-19 terutama dipicu varian Delta mulai mereda pada periode Oktober-November 2021.

Berdasarkan data Gugus Tugas, angka harian Corona tertinggi setelah gelombang ketiga, tertinggi sebelum hari ini, terjadi pada 13 Oktober dengan 1.233 kasus.

Beberapa pakar sebelumnya memperkirakan gelombang Covid-19 akan kembali ke Indonesia, terutama karena varian Omicron dan mobilitas selama liburan Natal dan Tahun Baru 2022.

Kementerian Kesehatan juga memperkirakan puncak kasus akibat Omicron akan terjadi pada minggu pertama atau kedua Februari.

Peningkatan kasus harian dikatakan terkait dengan varian Omicron yang sebagian besar dibawa oleh wisatawan asing. Namun, sejauh ini Pemerintah hanya mengeluarkan imbauan, tanpa ada pembatasan keberangkatan atau kedatangan dari luar negeri.

Selain itu, Pemerintah juga telah beberapa kali mengubah masa karantina bagi wisatawan asing. Dalihnya varian Virus Corona berubah dan gejala Omicron muncul lebih awal.

Editor: Alfian Risfil A

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan