Gebyar Sarkali Desa Kaliputu Kudus.

oleh -0 views
Gebyar Sarkali, Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Rabu (07/04/2021).

AKSES DISINI, KUDUS- Rabu (07/04/2021), Pemerintah Desa Kaliputu, Kabupaten Kota Kudus, menggelar kegiatan Gebyar SARKALI (Pasar Pinggir Kali) dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Mutrikah, SH

Pesan dari Kepala Desa Kaliputu, Suyadi.

Menurut Kepala Desa Kaliputu, Suyadi mengatakan, pasar bantaran sungai yang disingkat SARKALI digelar dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Ia mengatakan, pasar tersebut nantinya akan menjadi tujuan wisata kuliner desa Kaliputu.
“Desa Sarkali ini bisa (semua) menyambut bulan suci Ramadhan, sebelum Ngabuburit sudah ada kuliner yang enak di daerah Kaliputu,” kata Suyadi dalam sambutannya, Rabu (7/3/2021).

Sambutan Desa Pokdarwis Kaliputu, Supriyono.

Desa Pokdarwis Kaliputu yang juga ketua panitia kegiatan SARKALI, Supriyono menambahkan, sarkali ini merupakan bagian dari desa wisata kuliner Desa Kaliputu. Apalagi Desa Kaliputu telah menjadi salah satu desa wisata kuliner yaitu Jenang di Kudus.
“Dibukanya Desa Sarkali, Desa Kaliputu merupakan bagian dari desa wisata kuliner, oleh karena itu desa wisata kuliner seperti pokdarwis diadakan Sarkali, sebuah pasar tepi sungai. Harapan dari kegiatan Sarkali ini agar perekonomian masyarakat dapat tumbuh,” kata Supriyono dalam sambutannya. pidatonya.
Supriyono mengatakan, ada puluhan menu kuliner yang disajikan. Ada 30 pedagang yang menyajikan aneka kuliner lezat di Desa Kaliputu. Hidangan yang disajikan antara lain, jenang khas Kaliputu, nasi tahu, dan jajanan ringan lainnya.
“Jumlah pedagang yang antusias mencapai 30 pedagang, terutama dari Desa Kaliputu, daerah kami sendiri. Mulai dari jajanan ringan, makanan, khususnya jenang khas Desa Kaliputu,” ujarnya.
Supriyono berharap dengan sarkasme ini desanya bisa diketahui masyarakat luas. Apalagi Desa Kaliputu dikenal sebagai desa wisata yaitu Jenang.
“Berbagai jenang dari perusahaan ada di Kaliputu. Nantinya, pengusaha jenang berencana membuka showroom jenang. Sehingga wisatawan yang berkunjung ke Kudus bisa memilih dan membeli jenang yang mereka suka. Kami ingin warga bisa meningkatkan perekonomian. Kami harap semua warga masyarakat. akan mendapat penghasilan dari sarkali ini, ”tambahnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Mutrikah, SH

Kepala Dinas Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Mutrikah yang turut hadir pada kegiatan Sarkali mengatakan kegiatan Sarkali merupakan salah satu kearifan lokal Desa Kaliputu yang merupakan salah satu desa wisata dengan ciri khasnya yang khas yaitu Jenang. . Ia berharap kelezatan kuliner khas desa bisa semakin dikenal masyarakat luas.
“Ini sudah menjadi desa tujuan wisata berbasis kuliner. Disini Jenang Kudus lahir dari Desa Kaliputu. Diharapkan kedepan kiprah desa wisata bisa saling berkoordinasi, khususnya daerah tujuan wisata Muria. wisatawan yang datang ke Kudus pasti ingat Jenang ada di Kaliputu. Wisatawan yang pulang dari Muria (ziarah ke Makam Sunan Muria) bisa mampir di Kaliputu untuk membawa oleh-oleh jenang di desa Kaliputu, ”ujar Tika dalam sambutannya.

Suasana Pedagang Gebyar Sarkali.

Hadir pula dalam acara ini Lembaga Peduli Pasar dan Perdagangan (LPPP). Menurut Ketua LPPP Liesye Sri Sulistyawati mengatakan, “Kegiatan Sarkali ini merupakan ide yang baik setelah beberapa waktu sebelumnya di desa lain yaitu Desa Janggalan mengadakan kegiatan Pasar Bungah. Ini akan menjadi inspirasi bagi desa lain untuk bisa mengembangkan destinasi wisata di daerahnya. Kami sebagai lembaga yang bergerak di bidang merawat pasar dan perdagangan akan bergerak untuk memberikan wawasan ke desa-desa lain di Kudus. Kami juga akan membantu dalam proses komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang terkait dengan sektor pariwisata. kata Liesye saat wawancara dengan sejumlah media.
Harapannya desa-desa di Kudus nantinya bisa mengembangkan kearifan lokal desanya masing-masing sehingga mengharumkan nama Kudus dengan berbagai wisata yang ada di tiap desanya. Sehingga selain bisa mengharumkan nama suci, juga membantu program pemerintah dalam hal peningkatan perekonomian masyarakat. (HP)