Dukung West Java Digital Province, bank bjb Percepatan Implementasi ETPD – Aksesdisini.com

  • Bagikan

BANDUNG, AKSES DISINI.COM — Sebagai bagian dari Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah Jabar (TP2DD), bank bjb saat ini sedang menggerakkan berbagai program untuk mempercepat terwujudnya West Java Digital Province atau Jabar Digital Province. Program-program tersebut berfokus pada perluasan akses transaksi digital dalam kehidupan sehari-hari masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.

Fokus ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2021 tentang Gugus Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas P2DD). Pengesahan peraturan ini bertujuan untuk memperkuat aspek koordinasi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah dalam mempercepat proses integrasi ekonomi keuangan digital nasional.

Di Jawa Barat, bank bjb dipercaya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Bank Indonesia sebagai bank persepsi dalam pengelolaan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Oleh karena itu, bank bjb saat ini sedang gencar melakukan kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan yang tergabung dalam TP2DD Jabar untuk menentukan arah kebijakan implementasi ETPD serta memastikan percepatan dan perluasan digitalisasi daerah secara komprehensif.

Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan upaya yang dilakukan bank bjb untuk menerapkan ETPD adalah dengan menjalankan program bjb Go Smart City. Program ini dapat membantu pemerintah daerah memaksimalkan pendapatannya melalui digitalisasi berbagai transaksi.

“Dalam rangka optimalisasi PAD melalui ETPD, bank bjb memperluas pembayaran pajak dan retribusi daerah melalui berbagai alat pembayaran dan kerjasama penggunaan electronic channel, e-commerce, modern outlets dan channel lainnya,” ujar Yuddy dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorwil) TP2DD dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jabar 2021 yang akan digelar secara virtual, Selasa 27 Juli 2021.

Selain itu, saat ini bank bjb juga telah menjalin kerjasama dengan provinsi dan kabupaten/kota di luar Jawa Barat dan Banten dalam mengintegrasikan layanan penerimaan pajak kendaraan bermotor melalui Samsat Digital Nasional (Sinyal). Diantaranya DKI Jakarta, Provinsi Kepulauan Riau, Bali, Kota Pekanbaru, Batam, Palembang, Binjai, Balikpapan, dan Surakarta.

“Kami berharap sinergi antara bank bjb, pemerintah daerah serta dukungan Bank Indonesia dan pemerintah pusat dalam penerapan ETPD dapat membantu mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan menciptakan ekosistem digital bagi masyarakat melalui transaksi nontunai. pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” kata Yuddy.

Upaya percepatan implementasi ETPD dan transaksi digital di masyarakat didukung penuh oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dikatakannya, digitalisasi merupakan hal yang harus dikuasai oleh semua pihak di masa pandemi Covid-19 ini. Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat saling bersinergi untuk mewujudkan Provinsi Jawa Barat Digital yang inklusif dengan sebaik-baiknya.

“Digitalisasi sekarang menjadi keharusan, bukan lagi pilihan. Mereka yang tidak masuk ke konsep digital akan tertinggal dan tergerus zaman. Digitalisasi inklusif harus kita akselerasi, tidak hanya di perkotaan, tetapi juga menyediakan akses digital di desa-desa yang belum banyak kemudahan. Desa Digital merupakan elemen penting di Provinsi Digital Jabar,” ujar Ridwan Kamil dalam sambutannya.

“Empat pilar ekonomi di Jabar harus kita jaga baik-baik. Yakni investasi, pilar ekspor, kemudian daya beli masyarakat jangan sampai tergerus akibat kenaikan harga, lalu belanja pemerintah yang kita akan terus tingkatkan dari waktu ke waktu. Semoga saja. sinergi TP2DD dan TPID se-Jawa Barat berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Rakor Daerah bertajuk “Akselerasi Ekonomi Keuangan Digital untuk Mendukung Stabilisasi Harga dan Perwujudan Visi Provinsi Digital Jabar Melalui Penguatan Sinergi dan Kolaborasi” juga dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Makroekonomi dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Herawanto. , dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 2 Jawa Barat Indarto Budiwitono.

Pada kesempatan ini, bank bjb juga memberikan penghargaan kepada kantor cabang (KC) bank bjb yang mencatatkan kinerja terbaik dalam mendukung penerapan ETPD di wilayahnya masing-masing. Penerima penghargaan Best I diraih oleh KC bjb Soreang, disusul oleh pemenang Best II KC bjb Majalengka. Sedangkan posisi terbaik ketiga diraih oleh KC bjb Purwakarta, Terbaik IV diraih oleh KC bjb Banjar dan terbaik kelima diraih oleh KC bjb Bogor.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan