Drama TR Kapolri Larang Media Liput Polisi Arogan Berujung Permintaan Maaf

oleh -0 views

AKSES DISINI – Kalangan media hingga aktivis sosial dikejutkan dengan terbitnya Telegram Kapolri yang salah satunya melarang media menyiarkan atau meliput aksi arogan aparat kepolisian. Dimana hanya boleh menyiarkan kegiatan Polri yang positif dan humanis.

Tak pelak, TR ini langsung menuai banyak kritik. Selain mendadak, TR dinilai sebagai pembungkam kebebasan media independen.

Namun, tak lama setelah menuai banyak kritik publik, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo langsung memutuskan mencabut TR. Ini menjadi TR tercepat dan terpendek yang dikeluarkan dan kemudian dicabut.

Dalam keterangannya seperti dilansir Antara, Kapolri juga meminta maaf atas terbitnya larangan Telegram di media yang menimbulkan multitafsir di masyarakat yang artinya media dilarang meliput upaya dan tindakan arogansi Polri.

Baca juga:
Kapolsek Cabut TR Larangan Siaran Media Arogansi Polisi Lalu Minta Maaf

Kapolri dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/4/2021) mengatakan, pencabutan Telegram terkait pelarangan media merupakan wujud Polri tidak anti kritik, mau mendengarkan dan menerima masukan dari masyarakat. publik.

“Dan sekali lagi mohon maaf atas salah tafsir yang merepotkan teman-teman media, sekali lagi kami selalu membutuhkan koreksi dari media dan teman-teman dari luar untuk membenahi institusi Polri agar bisa lebih baik lagi,” kata Kapolri.

Mantan Kepala Bareskrim Polri itu meluruskan keterangan terkait Telegram Kapolri Nomor ST / 750 / IV / HUM.3.4.5. / 2021 tanggal 5 April 2021, dan mencabutnya dengan diterbitkannya Telegram Nomor ST / 759 / IV / HUM.3.4.5. / 2021 tanggal 6 April 2021.

Sigit menjelaskan, niat dan antusiasme awal surat telegram tersebut adalah meminta polisi tidak bersikap arogan atau menjalankan tugasnya sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Jenderal bintang empat itu berpesan kepada seluruh anggota Polri untuk terus bertindak tegas, namun juga mengedepankan sisi humanis dalam penegakan hukum di masyarakat.

Baca juga:
Telegram Larangan Siaran Media Arogansi Polisi Diprotes, Kapolri Minta Maaf

“Arahan saya, Polri bisa tampil tegas, tapi humanis,” kata Sigit.