Dokter dari Sulawesi dan Jawa Dikerahkan Bantu Korban Banjir di NTT-NTB

oleh -0 views

AKSES DISINI – Pemerintah mendatangkan dokter ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mendukung penanganan korban bencana akibat siklon tropis Seroja di kedua provinsi tersebut.

Saat menyampaikan keterangan pers virtual dari Lembata, NTT, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, pemerintah antara lain mendatangkan dokter dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Jawa Timur untuk mendukung penanganan korban bencana di Indonesia. NTT dan NTB.

“Untuk fasilitas kesehatan, hampir di semua tempat terdapat fasilitas kesehatan, meskipun jumlah dokter terbatas. Kementerian Kesehatan telah berkoordinasi untuk mendatangkan dokter dari beberapa provinsi, antara lain Sulawesi Selatan dan Jawa Timur,” ujarnya dalam keterangan pers virtual. pantauan dari Jakarta, Selasa (6/6). 4/2021).

Ia menjelaskan, stok obat dan alat kesehatan di NTT dan NTB masih mencukupi untuk melayani korban bencana, kecuali alat kesehatan untuk merawat pasien patah tulang.

Baca juga:
Banyak Warga Menderita Patah Tulang, Dokter yang Dikirimkan ke Banjir NTT Sedikit

Pemerintah berupaya mendatangkan alat kesehatan untuk mengobati pasien patah tulang dari Jakarta, Surabaya dan Makassar ke daerah yang terkena bencana.

Selain itu, tim gabungan Kementerian Sosial, TNI, dan Polri telah membangun dapur umum di wilayah terdampak bencana dan BNPB telah menyiapkan empat unit helikopter untuk menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak bencana.

Guna meminimalisir potensi keramaian di lokasi pengungsian, BNPB berupaya agar para pengungsi bisa menyewa rumah untuk keluarganya.

BNPB akan memberikan bantuan keuangan untuk menyewa tempat tinggal bagi keluarga korban bencana berdasarkan proposal yang diajukan oleh pemerintah daerah.

Bersama Kementerian Kesehatan, BNPB juga mengirimkan alat tes diagnostik cepat untuk mendeteksi penularan COVID-19 ke daerah yang membutuhkan.

Baca juga:
Banjir Bandang di Lembata, NTT: 19 Orang Meninggal, 44 Hilang

Doni mengatakan, pemerintah akan membantu perbaikan rumah yang rusak akibat bencana.