Disdik Kota Bekasi Lakukan Perluasan Jumlah Sekolah ATHB-SP

oleh -2 views

AKSES DISINI, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pendidikan telah memperbanyak jumlah sekolah untuk menyesuaikan dengan tatanan kehidupan baru satuan pendidikan (ATHB-SP). Sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi telah menyelenggarakan pembelajaran ATHB-SP di 110 sekolah mulai 22 Maret 2021.

“Menyelenggarakan ATHB -SP di 110 sekolah, dan kami melakukan pengawasan ketat serta evaluasi setiap hari,” kata Inayatullah.

Inayatullah juga mengatakan, kegiatan adaptasi tatanan kehidupan baru di satuan pendidikan (ATHB-SP) dengan penerapan sekolah tatap muka telah berjalan tanpa kendala selama lebih dari sepekan terakhir.

“Alhamdulillah hingga saat ini berjalan lancar dengan pelaksanaan prokes secara ketat,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Dr. Inayatullah.

Inayatullah melanjutkan, sejumlah sekolah sempat mengusulkan untuk menggelar kegiatan serupa ke Dinas Pendidikan.

“Ada 43 SMP dan 28 SD yang sudah mengajukan proposal penyelenggaraan kegiatan ATHB-SP.“ Sekolah-sekolah ini nanti akan direview oleh pengawas dan akan kami tentukan lagi, ada sekolah negeri dan swasta, ”ujarnya.

Dinas Pendidikan membentuk tim yang bertugas mengkaji standar pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap sekolah yang mengusulkan kegiatan pembelajaran tatap muka.

“Membentuk tim review bekerja sama dengan instansi terkait, berkoordinasi dengan cluster Covid tingkat kota. Dan di setiap satuan pendidikan juga telah dibentuk Satgas Covid sekolah,” jelas Inayatullah.

Selain menambah jumlah sekolah tatap muka, Dinas Pendidikan Kota Bekasi berencana menambah jumlah kelompok belajar dari tiga menjadi maksimal enam kelompok per satuan pendidikan.

“Awalnya ada tiga kelompok, dan akan kita tambah menjadi 6 kelompok,” kata Inayatullah.

Inayatullah juga mengungkapkan, keberhasilan implementasi ATHB-SP tidak terlepas dari disiplin satuan pendidikan yang tinggi, serta senantiasa berkoordinasi dengan orang tua, komite sekolah dalam mensosialisasikan protokol kesehatan kepada siswa saat mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah. (Iwan)